Lima Tersangka Begal Pelajar SMP Tak Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

PADANG – Lima tersangka pengeroyokan terhadap Wahyu Andika Putra (15) dipulangkan ke rumah masing-masing, karena masih di bawah umur.

Para tersangka yang juga merampas motor korban itu yakni ZF (17), DE (16), MDT (15), AA (16), dan AR (14). Sebagian besar mereka berstatus pelajar

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan, pemeriksaan terhadap kelimanya akan didampingi Balai Permasyarakatan (Bapas) Padang sesuai Undang-undang perlindungan Anak dan UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

“Kelima pelaku tidak dilakukan penahanan, namun dalam pengawasan orangtuanya. Tetapi proses hukum dan penyidikan tetap berlanjut. Kalau akan diperiksa, kita akan panggil, sampai berkas lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan,” ujarnya.

Dijelaskan, akibat perbuatan para pelaku, korban yang merupakan pelajar SMP 7 Muhammadiyah Padang itu mengalami luka berat.

“Jika ada upaya perdamaian antara pihak pelaku dengan korban silahkan saja. Terkait kenapa tidak ditahan, itu berdasarkan ancamannya hukumannya kasus yang dilakukan yang ternyata ancaman hukumannya maksimal 5 tahun,” lanjut Chairul.

Denan ancaman hukuman di bawah lima tahun untuk peradilan anak tidak dilakukan penahanan. “Anak-anak yang bisa dilakukan penahanan adalah yang melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun,” tutur mantan Kapolres Dharmasraya dan Limapuluh Kota ini.

Untuk efek jeranya, Kapolres menjelaskan, mereka masuk dalam pengawasan khusus dari orangtuanya, dan hasil vonis yang dijatuhkan oleh hakim nantinya. “hakim nanti yang memutuskan. Biasanya bisa direhab atau bahkan kurungan. Kalau kita hanya menproses saja,” tutupnya.(arief)