Los Angeles Minta Udang, Patin dan Nila

Inilah suasana pertemuan bisnis Gubernur Irwan Prayitno dan pengusaha di Los Angeles, Senin (13/11) atau Selasa WIB. ( Foto kj)
Inilah suasana pertemuan bisnis Gubernur Irwan Prayitno dan pengusaha di Los Angeles, Senin (13/11) atau Selasa WIB. ( Foto kj)

LOS ANGELES – Gubernur Irwan Prayitno mempresentasikan potensi wisata dan geotermal Sumbar, di Konjen Indonesia, Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (13/11) pagi atau Selasa dinihari (WIB). Peserta pertemuan mempertanyakan kebijakan pemerintah tentang investasi.

Irwan menawarkan potensi untuk investasi, seperti geotermal dan pariwisata. Selain berminat untuk itu, beberapa bertanya soal tambang. Bahkan Waki Payakumbuh Riza Palepi ketemu jodoh yaitu teknologi mutakhir pengelolaan sampah.

“Sudah lama saya mencari, sekarang malah ketemu,” kata Riza.

Hadir dalam pertemuan itu, pengusaha pengolahan sampah, Terry Levesque , pengusaha Linda Lim, Sewee Ruangtragol, Peter Meng dan seorang profesor geologi Larissa Dobrzhinetskaya serta sejumlah lainnya. Dari Indonesia hadir Konjen Simon D.I. Soekarno dan jajaran. Sedang dari Sumbar selain gubern

Tentang teknologi sampah, tak sulit bagi Walikota mencernanya. Ia sendiri belajar soal itu di ITB. Setelah ini pertemuan awal itu segera ditindaklanjuti.

Konjen Soekarno puas dengan pertemuan itu karena membuka peluang baru bagi kerjasama dengan Amerika. Gubernur Irwan berkata, ibarat manggaleh ia sudah menjual berbagai potensi daerah ke Amerika. Tinggal tindak lanjut.

Berselang kemudian, diadakan lagi pertemuan dengan investor sea food H and N group Mr. Hua Ngo di kantornya Alamande, terpaut agak jauh dari kantor Konjen.

Dalam kesempatan ini dijajaki pengembangan tambak ikan patin. Dari pihak investor akan segera follow up utk mendatangkan tim ke Sumbar.

Presiden H&N Grup Hua Ngo menyebut ia pernah membeli udang ke Medan dan Lampung dalam jumlah banyak. Ia ingin investasi di Sumbar untuk patin, sebanyak lahan yang bisa disediakan. Saat ini ia sudah melakukan hal yang sama di Vietnam.

Pertemuan selanjutnya dengan investor Red Chamber Co, perusahaan yang bergerak di bidang perikanan. Penjajakan untuk investasi ikan nila dan mereka siap utk menerima ekspor dari Sumbar.

Rombongan diterima Mr Ming Shin Kou Corporate Offices. Ia bersemangat ingin investasi di Indonesia.

Pertemuan dengan calon investor di kantornya itu diprakarsai Kepala Indonesia Trade Promotion Center, Antonius A Budiman. Sedang dari Sumbar, Gubernur Irwan Prayitno, didampingi Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Maswar Dedi dan Wako Payakumbuh Riza Palepi. Ikut sejumlah staf dari Konjen RI Julianty Dwieliza dan beberapa orang lainnya.

Hawaii

Sementara itu sebagian lain sudah menuju Hawaii guna memulai misi kebudayaan di sana. Mereka mapala Litbang, Reti Wafda, Kepala Dinas Kebudayaan Taufik Effendi serta Ketua Dekranasda Ny. Nevi Irwan Prayitno. Di sana sudah ada Yulfitni Djasiran, Prof. Erman Mawardi dan Ahmad Khaidir dari DPRD Sumbar.

Menurut Taufik ia bicara soal silek dan yang lain tentang kebudayaan.  Penampilan kesenian Minangkabau selama sejam dalam Manoa International Education Week 2017, di pelataran kampus Universitas of Hawaii cukup diminati mahasiswa  setempat.

Lebih seratus mahasiswa memadati lokasi pementasan yang dibangun di halaman kampus. Beberapa nomor tari dan saluang ditampilkan oleh Sanggar Sjofyani
Di puncak acara, Nevi Irwan Prayitno didaulat memberikan kata sambutan.

Ia menjelaskan perihal budaya Minangkabau, antara lain tentang matrilineal dan ABS SBK peran pemangku adat. Selain itu juga tentang seni tradisi, pakaian dan keindahan alam Nevi langsung didampingi Dekan Fakultas Kajian Asia Pasifik Universitas of Hawaii Andi Sutton.

Kirstin Pauka, Direktur Kajian South East Asia Studies Universitas of Hawaii (UoH), yang menggelar iven itu, di sela-sela kegiatan sempat berbincang-bincang dengan Nevu, anggota DPRD Sumbar dan Taufik serta Derliati dari Dinas Pariwisata, terkait dengan peluang kerjasama lebih lanjut

Nevi mengatakan dengan adanya kerjasama lebh lanjut, diawali MoU dengan Pemprov Sumbar, terutama dalam hal kebudayaan, bisa mengikat kedua pihak dalam rangka pemajuan kebudayaan.

Sementara Tuafik menyebutkan, jika mungkin, kajian keminangkabauan diajarkan pula di universitas ini. Selain kegiatan kebudayaan yang dikoordinasi Nevi, didampingi Taufik dan Derliati, rombongan dari Sumbar yang dikoordinasikan Reti Wafda dan Prof Ardi dari Unand juga mengikuti seminar untuk mengevaluasi bantuan-bantuan AS untuk Indonesia, termasuk Sumbar.

Demikian wartawan Harian Singgalang, Khairul Jasmi melaporkan dari Los Angeles. (*)