Luka Bakar Serius, Dua Korban Ledakan Tambang Dirawat Intensif

Ilustrasi (okezone.com)
Ilustrasi (okezone.com)

PADANG – Dua korban ledakan tambang di Sawahlunto Rabu (29/3), hingga kini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUP M. Djamil Padang. Luka bakar korban sangat serius, karena hampir seluruh tubuh mereka terbakar.

Menurut Pejabat Pemberi Informasi M. Djamil, Gustafianof yang dihubungi Singgalang, luka bakar kedua korban diperkirakan mencapai 84 persen.

“Kondisi korban saat ini masih seperti saat masuk ke M. Djamil, mereka dalam pengawasan khusus tim dokter,” terang Gustafianof, Kamis (30/3).

Kedua korban hingga kemarin masih menggunakan alat bantu pernapasan, monitor untuk memantau perkembangan seluruh kondisi tubuh. Kemudian, Petugas juga telah membersihkan bagian luka bakar kedua korban.

“Korban juga telah menjalani trauma inhalasi, karena kemungkinan mereka menghirup udara panas dan masuk ke dalam tubuh” terangnya.

Trauma inhalasi merupakan suatu masalah yang sulit ditangani dan masih tetap merupakan penyebab kematian utama pada luka bakar.

Kedua korban adalah Yusrizal (37) dan Ridwan (38), mereka dilarikan ke M. Djamil karena luka bakar yang sangat serius. Mereka saat ini didamping keluarga masing-masing.

Sebagaimana diketahui, akibat kecelakaan di lobang pertambangan CV. Bara Mitra Kencana (BMK) Parambahan Kecamatan Talawi, Sawahlunto dua pekerja tambang mengalami luka bakar cukup serius. Kejadian itu berlangsung sekita pukul 09.30 Rabu (29/3).

Korban langsung dilarikan ke RSUD Sawahlunto untuk mendapatkan pertolongan, sayang karena lukan bakar yang sangat serius mereka dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang. (yuke)