Toko Taki
Menu Click to open Menus
Toko Taki
Home » Opini » Magang Guru dan Kompetensi Siswa

Magang Guru dan Kompetensi Siswa

(182 Views) September 26, 2012 6:05 am | Published by | No comment

HARMAIYURITA (Guru SMK Negeri 1 Solok)

Magang guru dapat meningkatkan relevansi kompetensi keahlian guru produktif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di dunia usaha dan dunia industri. Guru dapat melihat secara  nyata, tamatan seperti apa yang dicari, yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri itu nantinya. 

Tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seyogyanya adalah orang-orang yang kompeten, dan profesional di bidangnya. Mampu bersaing dengan calon-calon tenaga kerja tamatan sekolah lainnya. Soalnya, keberhasilan pendidikan kejuruan, diukur berdasarkan seberapa banyak lulusan dapat bekerja di dunia usaha dan dunia industri maupun berwirausaha mandiri.
Saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di dunia usaha dan industri sering berjalan lebih cepat daripada perkembangan Iptek yang ada di SMK itu sendiri. Hal ini menyebabkan kompetensi keahlian yang diajarkan di SMK sering mengalami kesenjangan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri sehingga lulusan SMK belum siap bekerja saat mereka lulus.
Untuk mengatasi kesenjangan ini, SMK harus mengirimkan peserta didiknya melalui program praktik kerja industri (prakerin) ke dunia usaha dan dunia industri dimaksud agar peserta didik mendapat pengalaman kerja yang sesuai dengan standar kerja.
Bagi guru, salah satu cara untuk mengatasi kesenjangan itu, yakni dengan memberi kesempatan pula kepada guru bidang studi keahlian di SMK untuk magang di dunia usaha dan industri yang relevan dengan kompetensi yang diajarkan atau mendatangkan staf ahli sebagai guru tamu dari dunia usaha dan industri yang ada. Hal ini untuk memberikan bimbingan kepada guru-guru produktif di sekolah tanpa guru tersebut meninggalkan sekolah.

Magang Guru
Pada kenyataannya, masih banyak guru SMK yang belum memiliki pengalaman magang di dunia usaha dan industri sehingga kompetensi yang diajarkan ada yang belum sesuai dengan kebutuhan kompetensi di dunia usaha dan industri itu sendiri. Padahal, magang guru itu sangat banyak manfaatnya bagi guru apalagi bagi seorang guru produktif di SMK.
Dengan demikian, guru dapat mengetahui kompotensi mana yang harus dipertajam dalam pembelajaran agar dapat melahirkan peserta didik yang kompeten sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Dalam hal ini guru bisa memulainya dari langkah pertama, yaitu menganalisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dipelajari.
Kemudian indikator apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai kompetensi dasar dan standar kompetensi tersebut. Berikutnya, guru dapat merancang persiapan mengajar dan mengatur strategi serta metode pembelajaran yang cocok untuk diberikan kepada peserta didik.
Hal ini agar peserta didik dapat dengan mudah memahami dalam mempelajari kompetensi tersebut sehingga peserta didik bisa kompeten serta dapat mengaplikasikannya di dunia usaha atau dunia industri setelah tamat nantinya.
Magang guru dapat menambah pengetahuan dan keterampilan yang mendukung guru produktif SMK untuk lebih aktual pada saat mengajar dan memperoleh gambaran bagaimana prosedur kerja di dunia usaha atau dunia industri.
Bila guru melaksanakan magang, artinya guru bukan saja melihat prosedur kerja, namun juga ikut terlibat dalam mengerjakan tugas-tugas sebagaimana karyawan (pekerja) lainnya. Guru tidak lagi mengira-ngira apa dan bagaimana sebenarnya untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan peserta didik tersebut.
Kemudian, guru akan dapat mengatasi masalah jika terjadi dalam mengerjakan tugas karena ada instruktur yang membimbing guru dalam melaksanakan pekerjaan. Mungkin, selama ini guru menggali pengetahuan dan keterampilan hanya dengan membaca buku atau literatur yang membuat guru menghayalkan yang akan disampaikan kepada siswa.
Kadang-kadang guru ragu-ragu dalam mentransfer ilmu kepada siswa karena belum melihat dan melakukan yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dengan ikut terlibatnya guru dalam proses pengerjaan kompetensi yang diinginkan, membuat guru bertambah wawasanya dan leluasa, percaya diri, mudah dalam mengambil keputusan dalam mengajar. Mudah dalam penyampaian materi, terampil dalam menyelesaikan kompetensi, tidak perlu menghayal lagi. Tidak perlu mengira-ngira lagi karena sudah fakta yang disampaikan kepada peserta didik. Peserta didik pun merasa senang dan mudah menyerap ilmu dan keterampilan dari guru yang punya pengetahuan, punya wawasan serta terampil dengan kompetensi yang diajarkan.
Magang guru juga dapat menambah wawasan guru produktif SMK untuk merintis pengembangan teaching factory. Pelaksanaan teaching factory dapat meningkatkan kompetensi dan jiwa kewirausahaan siswa di sekolah.
Teaching factory merupakan kegiatan pembelajaran dimana siswa secara langsung melakukan kegiatan produksi, baik berupa barang atau jasa di dalam lingkungan pendidikan sekolah. Barang atau jasa yang dihasilkan memilk kualitas sehingga layak jual dan diterima oleh masyarakat atau kon sumen.
Teaching factory di SMK bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang profesional di bidangnya, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui wahana belajar sambil berbuat (learning by doing). Pembelajaran dengan pendekatan ini akan menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi siswa. Selain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa, barang dan jasa yang dihasilkan dari kegiatan teaching factory juga harus dapat diterima oleh masyarakat atau konsumen. Produk maupun jasa yang dihasilkan harus memiliki kriteria yang layak jual sehingga dapat menghasilkan nilai tambah untuk sekolah. Keuntungan yang didapatkan dipergunakan untuk menambah sumber pendapatan untuk membiayai kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan adanya teaching factory membuat sekolah akan lebih maju.
Guru SMK yang punya wawasan dan terampil dapat menyiapkan lulusannya kompeten sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh setiap bagian di dunia usaha. Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kegiatan berfikir dan bertindak. Kompetensi juga merupakan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga dia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif dan psikomotor dengan sebaik-baiknya.
Bagi guru yang telah melakukan magang di dunia usaha atau dunia industri akan terasa bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelemahan yang harus dibenahi oleh seorang guru dalam membelajarkan siswa. Program magang gurulah salah satu untuk menutupi kekurangan dan kelemahan guru tersebut. Semoga. (*)

Categorised in:

No comment for Magang Guru dan Kompetensi Siswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>