Mahasiswa Mengeluh, Sudah 206 Sepeda Motor Hilang di Unand

Unand (net)
Unand (net)

PADANG –Tercatat 206 sepeda motor hilang di kawasan kampus Universitas Andalas (Unand) sejak 2012 hingga 2016. Data tersebut diperoleh dari jumlah laporan yang masuk ke Polsek Pauh, Padang.

“Itu yang dilaporkan ke Polisi. Diyakini banyak curanmor di kawasan kampus Unand yang tidak dilaporkan oleh korban,” kata Ketua UKM Pengenalan Hukum dan Politik Unand, Ridho ketika menggelar jumpa pers di Sekretariat UKM tersebut, Jumat (28/10).

Jika seluruh korban melapor, maka angkanya mungkin akan naik 200 persen, karena paling tidak tiga kali sehari ada satu motor yang hilang.

“Itu diketahui dari informasi yang disebar korban melalui media sosial setiap kali kehilangan. Satu kali tiga hari ada saja yang membagikan info kehilangan sepeda motor,” katanya.

Pengurus UKM PHP, Anton mengatakan, sebagian korban tidak melapor karena dirundungi rasa pesimis.

Selain motor, juga banyak hilang helm milik mahasiswa, mau pun pengunjung yang datang ke Unand, kaca spion dan asesoris sepeda motor lainnya.

Persoalan tersebut sudah lama dibicarakan PKM PHP dengan pihak rektorat. Mulai dari kepemimpinan lama hingga kepemimpinan rektor sekarang. Namun hingga kini mereka menilai tidak ada tindakan yang bisa mengatasi persoalan tersebut.

Sementara itu Rektor unand, Prof Tafdil Husni mengatakan, kasus pencurian motor sebenarnya telah berkurang.

“Saya tuidak tahu dari mana mereka dapat data,” katanya.

Unand telah bekerjasama dengan pihak polisi. Intel berpakaian preman selalu ada di kampus setiap hari, dan gembong curanmor tersebut sudah ditembak.

Dia juga mengatakan, kasus curanmor banyak terjadi karena kelalaian korban. Banyak motor hilang karena kunci tertinggal di sepeda motor, korban parkir di tempat sepi, serta di tempat yang tidak ada pos pengamanannya.

Ia mengimbau kewaspadaan mahasiswa. Soal peningkatan pengamanan memang terus dilakukan.

“Sekarang kami sedang mencari lokasi yang pas untuk di pasang CCTV. Fakultas Ekonomi sekarang sudah akan dipasang CCTV,” katanya. (defil)