Makan “Tak” Batambuah

Pernah juga seorang teman bertanya, apakah benar ada kandidat dulu ngomongnya hanya ingin satu kali menjabat, tapi setelah menang ternyata ingin lagi. Apakah sosok itu keenakan atau memang kondisi mendesak dan memaksa agar dia harus melanggar ucapannya? Pertanyaan itu sulit dijawab, karena menjelang pemilu, jawaban apapun akan ditafsirkan berbeda oleh orang lain tergantung posisi orang itu berada. Jika berada dipihak yang tersentil, maka jawaban kita akan dianggap serangan.

Kalau memang para kandidat incumbent memang lebih layak dan dibutuhkan, saya secara pribadi juga sepakat demi kemajuan Sumbar. Tapi jika perkembangan Sumbar hanya berjalan ditempat, alangkah ruginya kita menyerahkan mandat itu lagi kepada incumbent.

Kita juga jangan terlalu pesimis dengan kandidat yang baru muncul dan mengandalkan niat serta semangat. Niat baik dan semangat yang mereka usung akan menjadi energi positif bagi pembangunan di Sumbar.
Kita sebagai masyarakat Sumbar juga tidak salah jika membuka pintu kesempatan lebih besar bagi generasi muda untuk memimpin Sumbar. Dengan potensi yang dimiliki Sumbar, daerah ini butuh pemimpin yang lebih inovatif dan punya pandangan luas.