Malin Kundang tak Pernah Mati

Yang ingin bermain mobilan mini, juga ada di Pantai Air Manis.
Yang ingin bermain mobilan mini, juga ada di Pantai Air Manis.

Hampir dipastikan, setiap pengunjung akan mengambil foto-foto dengan latar pojok batu Malin Kundang tersebut. Entah berselfie ria dengan smartphone atau memanfaatkan jasa foto amatir di sana, langsung jadi. Inilah momen yang paling berharga ketika Anda mengunjungi objek wisata yang satu ini.

Di lokasi, tak perlu pula takut kelaparan. Di sana sudah ada rumah makan atau kafe. Berikutnya, penjual souvenir juga banyak, mulai dari aneka baju berkonten lokal hingga pernak-pernik yang berbahan baku dari laut. Sementara bagi yang ingin bermalam di sana, pun sudah ada pula penginapan.

Dukungan Warga Menentukan

Sekuat apa pun pemerintah maupun sektor swasta membenahi sebuah objek wisata tanpa didukung masyarakat sekitar, hasilnya tak akan optimal. Harus diakui, begitu pula yang sempat terjadi di Pantai Air Manis. Dulu, pengunjung sering dikejutkan pungutan beberapa kali saat menuju lokasi dan seringpula dihadapkan pada parkir yang tak wajar.

Pengunjung melihat aneka souvenir yang ada di Pantai Air Manis.
Pengunjung melihat aneka souvenir yang ada di Pantai Air Manis.

Kemudian, mereka sadar. Sepi pengunjung, sepi pula harapan mereka. Dan, kini seiring membaik dan tertatanya pengelolaan pariwisata bahari Pantai Air Manis tersebut, tingkat kunjungan pun kembali meningkat. Masyarakat di sana tak takut geliat Mandeh atau objek wisata lainnya di Ranah Minang. Masyarakatnya kini, seolah mengabarkan pada dunia bahwa Malin Kundang itu tak pernah mati.

“Lebaran Idul Fitri 1437 H pekan lalu, cukup ramai. Kami optimis Pantai Air Manis akan selalu dikunjungi. Ayo, kami menunggu Anda, seperti halnya legenda Malin Kundang yang membuat Anda penasaran,” ujar Tamsil dan Arnedi.

Bila masyarakat sekitar dengan konten lokalnya sudah mendukung, kontan Pemko Padang sendiri pun tak bakal tinggal diam. “Pada 2017 mendatang, kita akan merevitalisasi kawasan Pantai Air Manis secara menyeluruh. Kita ajukan melalui DAK sebesar Rp10,5 miliar. Semoga terealisasi,” papar Kadisbudpar Medi Iswandi kepada www.hariansinggalang.co.id, Senin (24/07/2016).

Keunikan lain, berupa  puing-puing  badan kapal Malin Kundang .
Keunikan lain, berupa puing-puing badan kapal Malin Kundang .

Selain itu, kata Medi, dengan rampungnya pembangunan jalan Nipah-Teluk Bayur yang melewati kawasan Air Manis tahun depan, kontan objek wisata tersebut bakal mudah dijangkau pengunjung. Tak perlu lagi jauh-jauh melewati Mata Air yang saat ini jalannya masih sempit, tapi cukup dari kawasan Kota Tua Batang Arau, melewati jembatan Siti Nurbaya — yang juga memiliki sepenggal kisah cerita cinta itu — terus ke Gunung Padang sebelum sampai ke Pantai Air Manis. Sepanjang jalan ini, pengunjung akan dimanjakan berbagai panorama alam dan kemegahan pantai nan eksotik.

“Ini juga merupakan bagian dari pengembangan wisata terpadu yang tengah diupayakan Pemko Padang,” ulas Medi.