Malin Kundang tak Pernah Mati

Pengunjung bermain di balik kemegahan Pulau Pisang Gadang dan Pulau Pisang Ketek. Pulau itu persis ada di depan Pantai Air Manis.
Pengunjung bermain di balik kemegahan Pulau Pisang Gadang dan Pulau Pisang Ketek. Pulau itu persis ada di depan Pantai Air Manis.

Sementara Ketua ASITA Sumbar Ian Hanafiah, juga melihat positif dengan dibangunnya ruas jalan tersebut. Bagaimanapun, katanya, Pantai Air Manis dengan legenda Malin Kundangnya itu, tetap menjadi magnit.

“Pelanggan saya banyak yang minta antarkan ke sana. Bila jumlahnya besar dan harus pakai bus, tak jarang keingingan wisatawan itu tak terpenuhi, mengingat jalan yang ada ke sana saat ini masih kecil. Makanya, bila jalur Nipah-Teluk Bayur yang melewati Air Manis ini rampung, kita yakin Pantai Malin Kundang itu akan kembali menjadi destinasi favorit,” sebut Ian yang juga bos Ero Tours tersebut.

Padang Menggeliat

Tak perlu menutup mata bahwa belakangan Padang seringpula dijuluki ‘Kota Gempa’. Faktanya memang begitu. Terletak di dua lempeng yang memberi kabar pertakut dengan ancaman gempa dan tsunami. Kapan terjadi, tak seorang pun yang tahu.

Terkait itu, masyarakatnya pun terus diberi edukasi mitigasi bencana. Termasuk mitigasi bencana untuk pengelola wisata, tentunya, yang berkaitan erat dengan keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Sementar investor pun tetap melihat Kota Padang sebagai kota investasi yang menjanjikan, tak terkecuali investasi di bidang pariwisata.

Betapa tidak, saat ini sudah ada 30 hotel berbintang di Kota Padang. Jumlah itu akan terus meningkat seiring masih dibangunnya sejumlah hotel berbintang saat ini. Sedikitnya, pada 2016 ini ada 9 hotel yang masih sedang dalam pekerjaan. Seperti Group Aston misalnya, membangun tiga hotel dengan brand Prominade Aston Condotel, The Fave Hotel, dan Harper Hotel. Selain itu, kelompok CT Corp juga menginvestasikan uangnya untuk membangun Trans Hotel. Lalu Grup Lippo yang membangun Aryaduta Hotel. Kemudian hotel lain yang ikut investasi adalah Amaris, Whizt Hotel, Perwata Hotel, dan Padang Green City.

Ini menandakan Kota Padang pantas dikunjungi, termasuk menjadi tempat wisata favorit tentunya.  “Dari sektor pariwisata pada 2016 ini, kita punya target PAD sebesar Rp44 miliar yang masih didominasi pajak hotel dan restoran, karena untuk objek wisata sendiri umumnya kita masih menggratiskannya guna memanjakan pengunjung,” alas Medi Iswandi.

Sementara, sore kian rebah di Pantai Air Manis. Sekelompok pengunjung lain yang asyik bermain di dada hamparan pasir yang bersih di pantai itu, kini siap-siap pula menunggu siraman sunset. Menyaksikan, merahnya matahari Air Manis. Tak jauh dari sana, beberapa nelayan bersiap pula hendak melaut.

Seorang nelayan di bawah siraman sunset nan indah di perairan Pantai Air Manis.
Seorang nelayan di bawah siraman sunset nan indah di perairan Pantai Air Manis.

Sungguh sepotong sore nan indah. Apalagi saat bersamaan, terlihat dua pengunjung laki-laki dan perempuan. Mungkin saja mereka sepasang kekasih, tengah berlari-lari kecil. Mereka meninggalkan jejak di pasir itu. Meninggalkan jejak, yang terbuhul menjadi segumpal kenangan. Ingin suatu ketika melihat jejak itu, dan kembali berkunjung ke Pantai Air Manis. Ya, betapa Malin Kundang itu tak pernah mati. Olala…! (*)