Marc Marquez Jadi Unggulan untuk Juara MotoGP 2018

Marc Marquez (Twitter Repsol Honda)

MOTOGP memang selalu menghadirkan kejutan terlebih mengenai siapa yang akan menjadi jawara di akhir kompetisi. Masih lekat di benak para penggemar MotoGP mengenai persaingan Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati Corse) yang terjadi di sepanjang 2017.

Keduanya bersaing untuk memastikan gelar juara hingga seri terakhir yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Sayangnya, Dovizioso harus mengubur mimpinya untuk jadi juara di kelas tertinggi MotoGP karena gagal menuntaskan balapan hingga akhir, sementara Marquez finis di podium ketiga.

Berdasarkan persaingan tersebut, MotoGP 2018 diprediksi akan lebih menarik menyoal persaingan perebutan juara. Jika dilihat, Marquez yang berhasil mempertahankan gelar juaranya di dua musim beruntun masih menjadi kandidat terkuat.

Meski musim lalu sempat mendapatkan persaingan sengit dari Dovizioso, pembalap yang memiliki julukan The Baby Alien itu tetap mampu mempertahankan posisinya di papan atas klasemen. Apalagi Honda diyakini akan mempertahankan gelar sebagai juara konstruktor di musim mendatang.

Selain Marquez, nama Dovizioso tentu masih mendapatkan perhatian dan patut diwaspadai oleh rider lainnya. Seperti diketahui, pembalap berkebangsaan Italia itu mampu membuat Marquez bekerja keras untuk bisa memastikan gelar juara di seri terakhir musim ini.

Oleh karenanya, persaingan dua pembalap itu masih akan ditunggu di musim 2018 . Selain nama dua pembalap tersebut, Maverick Vinales (Movistar Yamaha) tentu akan masuk ke dalam daftar persaingan juara balap motor paling bergengsi di dunia ini.

Jika menilik pada awal musim 2017, Vinales mampu memberikan penampilan memukau. Saat balapan di MotoGP Qatar dan Argentina, Vinales memastikan podium tertinggi dan membawanya memimpin klasemen sementara saat itu.

Sayangnya hasil gemilang dalam dua race itu tak bisa dipertahankan oleh Vinales saat mentas di COTA, Amerika Serikat. Selepas start, Vinales mengalami kecelakaan, padahal ia berhasil memulai balapan dari grid terdepan tepatnya di belakang pembalap yang meraih pole position saat itu.

Di Prancis, Top Gun kembali meraih juara dan kembali memuncaki klasemen sementara saat itu. Sayangnya penampilan itu tak dapat diulangi oleh pembalap berusia 23 tahun itu di paruh kedua musim MotoGP 2017.

Vinales mengaku bahwa motor Yamaha semakin sulit untuk dikendarai sehingga ia selalu sulit untuk bersaing pembalap terdepan. Selain itu balapan yang sering diadakan saat cuaca hujan membuat Vinales semakin kesulitan untuk mengontrol motornya. Namun setelah musim berakhir, banyak dari kru tim yang berlogo Garpu Tala itu yang berjanji akan memperbaiki performa YZR-M1 -nama motor utama Yamaha. (aci)