Masalah Sampah di Solsel, Kedepankan Konsep Kumpul-Angkut-Buang

 II Sekdakab. Solsel H. Epli Rahmat tengah membuka acara pelatihan pengelolaan sampah bagi masyarakat dan sekolah 2017 di Wisma Umi Kalsum Selasa (25/7). (afrizal amir)

Asisten II Sekdakab. Solsel H. Epli Rahmat tengah membuka acara pelatihan pengelolaan sampah bagi masyarakat dan sekolah 2017 di Wisma Umi Kalsum Selasa (25/7). (afrizal amir)

PADANG ARO – Pengelolaan Sampah saat ini telah menjadi isu penting di bebepara negara, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Beban pengelolaan sampah di hampir semua kota di Indonesia dirasakan semakin hari semakin berat, karena jumlah timbunan sampah yang harus ditangani juga semakin meningkat.

Hal itu disampaikan Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan,  Jon Kapi saat melaporkan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah bagi masyarakat dan sekolah 2017. Kegiatan dibuka secara resmi Bupati Solok Selatan diwakili Asisten II Sekdakab. Solsel H. Epli Rahmat, di Wisma Umi Kalsum, Selasa (25/7).

Di Solok Selatan, menurut Jon Kapi, pesoalan sampah masih meliputi lima aspek, di antaranya aspek pembiayaan, kelembagaan, peraturan, aspek teknis operasional dan terakhir aspek peran serta masyarakat dan swasta.

Secara umum pengelolaan sampah di Kabupaten Solok Selatan saat ini baru dengan 2 metode  yakni metode pengumpulan sampah di rumah masing-masing yang kemudian dibakar dan metode pengumpulan di TPS (Conteiner) terdekat dari rumah warga. Berdasarkan data EHRA (2015), 50,4 persen sampah di Solok Selatan dibakar dan sekitar 11 persen dibuang ke sungai atau badan air lainnya.

Persoalan yang cukup krusial tentang sampah di Solsel adalah masalah teknis operasional pengelolaan Sampah yang belum adanya TPA. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan baru menyediakan tanah untuk dijadikan di TPS di Golden Arm dengan Luas sekitar 0,5 Ha yang diperlakukan sebagai TPA.

Maka dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Republik Indonesia melalui Satker PPLP Sumatera Barat telah memfasilitasi Penyusunan Perencanaan Teknis Manajemen  Persampahan (PTMP) Solok Selatan dan saat ini sedang dilaksanakan Pembangunan Fisik Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Kabupaten Solok Selatan, seluas 4,8 Ha di Jorong Jujutan, Nagari Lubuk Gadang, yang direncanakan pembangunan pisiknya siap akhir 2017 melalui dana APBN.

Sedangkan adari APBD Solsel telah pula  melaksanakan pembebasan lahan untuk calon lokasi TPST di Sungai Sirih Nagari Pulakek Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu, demikian Jon Kapi.

Bupati Solok Selatan sebagaimana dikatakan Asisten II Sekdakab. Solsel H. Epli Rahmat, mengapresiasi kegiatan dilakukan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup. Semoga pada tahun-tahun berikutnya pemahaman banyak masyarakat tentang sampah ini untuk tidak dibuang disembarang tempat akan semangkin tinggi, demikian juga tentang ilmu pemngelolaan sampah.

Kabid Penyehatan Lingkungan Burahman menjelaskan, narasumber kegiatan pelatihan ini didatangakan dari  Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat, Bank Sampah Tarok Dipo Kota Bukit Tinggi, Bank Sampah Hanasty Kota Solok, Bank Sampah Sembiko  Kota Solok, Bank Sampah Madya Hijau Kabupaten Solok Selatan, Bank Sampah Mandiri Kabupaten Solok Selatan dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Solsel. (af)