Massa di Sumbar Demo Ahok

 

Massa melakukan unjuk rasa di depan gedung Mapolda Sumbar. (yose)
Massa melakukan unjuk rasa di depan gedung Mapolda Sumbar. (yose)

PADANG – Ribuan massa menggelar aksi iring-iringan dari Masjid Agung Nurul Iman Padang ke Markas Polda (Mapolda) Sumbar, Kamis (3/11). Aksi tersebut mendesak ditindaklanjutinya proses hukum terhadap dugaan penistaan agama oleh pertahana calon gubernur Daerah Khusus Istimewa (DKI) Basuki Thaja Purnama (Ahok) terhadap Alquran

Aksi tersebut terdiri dari ormas Islam dan mahasiswa. Massa melakukan orasi supaya Kapolri segera mengusut kasus penistaan yang dilakukan Ahok. Dalam aksi tersebut, massa mengusung sejumlah spanduk, poster dan sejumlah peraga lainnya berisikan desakan proses hukum untuk pelaku penista agama.

Ketua Ikatan Da’i Indonesia Sumbar, Urwatul Wusqa mengatakan,  aksi kali ini semata-mata karena agama dihina.

Dikatakannya, Sumbar melakukan aksi pada hari ini, karena esok hari lebih difokuskan mereka tampil di Jakarta. Terlihat massa lebih didominasi perempuan tersebut dikawal dengan penjagaan ketat kepolisian.

DPRD Sumbar

Demo serupa juga dilakukan di DPRD Sumbar, Kamis (3/11). Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GMP) menuntut hal yang kurang lebih sama terkait dugaan penistaan oleh Ahok.

Ketua Umum Pengurus Pusat GMP, Ricky Fattamazaya mengatakan ada beberapa hal yang menjadi pernyataan sikap mereka. Hal itu telah mereka sampaikan saat demo damai di DPRD Sumbar.

“Tuntutan pertama meminta Presiden memerintahkan Polri untuk menangkap Ahok,” ujar Ricky. Kedua, mereka menuntut Bareskrim Polri untuk segera menangkap Ahok.

Mereka juga meminta kaum muslimin untuk bahu membahu menolak pemimpin kafir. Para kaum muslimin, menurut para pendemo, harus menjaga kemuliaan Islam, Alquran dan ulama. Khususnya dalam kasus Ahok dengan terus berseru demi penangkapan dan hukumannya. (yose/titi)