Masyarakat Kampuang Pagang Butuh Jalan dan Jembatan

Masyarakat Kampuang Pagangmelakukan goro pembuatan jalan rabat beton menuju surau.(damanhuri)

PARIK MALINTANG –¬†Masyarakat Kampuang Pagang, Sungai Sariak, Padang PAriaman telah mengajukan dua alternatif pembangunan kepada pemerintah, agar bisa bangkit dan berkembang.

Pertama butuh pembangunan jembatan mini yang membelah Sungai Batang Mangoi. Yang kedua perbaikan jalan menuju Ampalu melewati Padang Limau.

Ahmad Zaini, Urang Tuo Kaum Suku Koto di Kampuang Pagang menyebutkan, untuk sekolah anak-anak Kampuang Pagang umumnya ke Ampalu. Karena ke lokasi itu tak butuh menyeberangi sungai. Ada SMP dan SMA yang agak dekat, tetapi letaknya di seberang, yakni Sungai Sariak.

“Untuk ongkos ojek ke Ampalu bagi anak sekolah sekali jalan itu memakan biaya Rp10 ribu. Umum dari Rp15 ribu sampai Rp20 ribu,” kata Ahmad Zaini, Minggu (21/1).

Ahmad Zaini yang juga Ketua Bamus Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak bersama salah seorang bakal calon walinagari setempat, Agussalim Rasyid menilai keberadaan jalan yang rancak akan mempercepat pergerakan roda perekonomian masyarakat.

Masyarakat Kampuang Pagang ini lumayan banyak. Namun, lantaran tinggal di kampung tersuruk, banyak yang pindah. Malah masyarakat Kapuang Pagang telah berkembang pula di Koto Baru, Kecamatan Padang Sago.

Minggu , untuk kesekian kalinya masyarakat Kampuang Pagang melakukan gotong royong membuat jalan rabat beton menuju Surau Koto Piliang Kampuang Pagang.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dasarnya ada salah seorang jemaah yang menyumbang untuk pembuatan jalan. Maka, Minggu ini diputuskan membuat jalan rabat beton ini,” ungkap Ahmad Zaini.

Sebagai kampung yang tergabung dalam nagari yang baru lahir, Kampuang Pagang sepertinya belum pernah kebagian jatah pembangunan dari anggaran pemerintah. “Semua pembangunan yang ada, mulai dari jalan, surau dan sarana lainnya hanya dibangun dengan swadaya bersama masyarakat,” ungkapnya. (damanhuri)

 

Loading...