Masyarakat Surian Hadapi Isu Pria Aneh dengan Zikir dan Tabligh Akbar

Ribuan masyarakat Surian berzikir di lapangan Nanggalo. (*)
Ribuan masyarakat Surian berzikir di lapangan Nanggalo. (*)

AROSUKA – Ribuan masyarakat Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Rabu (6/9), memadati lapangan bola kaki Nanggalo mengikuti tabligh akbar yang diiringi dengan ritual zikir bersama.

Kegiatan religi di bawah bimbingan KH. Muh. Najib dari Pekanbaru, digelar untuk meminta petunjuk dan rahmat Allah SWT bagi kemaslahatan masyarakat setempat.

” Kita melaksanakan zikir dan tablig sebagai bentuk kepasrahan jiwa serta meminta petunjuk kepada Tuhan. Sungguh tidak ada pertolongan yang lebih dasyat selain hanya kepada Allah SWT semata,” papar Camat Pantai Cermin Syaiful Anwar.

Selain Camat, hadir pada kegiatan Zikir dan tabligh akbar ini jajaran Kapolsek dan Koramil Pantai Cermin, Walinagai Surian Edi Mardin, pemuka anaga dan tokoh masyarakat setempat.

Syaiful Anwar menyebutkan, motivasi dilakukan kegiatan keagamaan ini selain untuk semakin mendekatkan serta meningkatkan keimanan, juga sebagai solusi atas masalah psykologis masyarakat yang beberapa hari terakhir dihantui ketakutan terhadap isu mahluk misterius yang cukup meresahkan.

Meski tidak memastikan kejadian orang aneh itu, namun Camat Pantai Cermin lebih menekankan agar semua masyarakat yang notabene beragama Islam, harus kembali kepada ajaran dan petunjuk Allah SWT.

Sebelumnya, Walinagari Surian Edi Mardin memastikan cerita tentang orang aneh dengan keadaan telanjang menganggu masyarakat, hanya halusinasi beberapa warga saja. Dirinya bahkan tidak pernah melihat dengan pasti kejadian itu. Peristiwa mahluk aneh itu hanya ketakutan berlebihan dari masyarakat akibat informasi yang tidak jelas.

“Isunya sengaja dibesar-besarkan, sehingga menumbuhkan keresahan ditengah masyarakat, “ papar Edi Mardin.

Hikmah atas peristiwa itu, masyarakat nagari Surian sekarang sudah meramaikan masjid. Hampir setiap masjid dan mushalla dipenuhi jemaah yang melakukan ibadah Shalat berjamaah dan mengikuti wirid.

Terkait suasana dalam nagari sendiri, Edi Mardin bersyukur sudah normal. (rusmel)