Mau Durian, Datang ke Sungayang

Di rumah warga Sungayang durian ditumpuk. (yusnaldi)
Di rumah warga Sungayang durian ditumpuk. (yusnaldi)

BATUSANGKAR – Sore itu Ely menjejal durian di lapaknya yang terbuat dari bangku-bangku di atap terpal depan rumah. Puluhan durian dengan ukuran bervariasi digelar.

Belum ada pembeli datang, kawasan jalan lingkar nagari itu diramaikan oleh kendaraan hilir-mudik, namun ia tetap menunggu pelaris.

Ely warga Simpang Tali Aguang, Nagari Sungayang saat ini menjual durian, seiring dengan panen raya durian. Pada kawasan ini hingga Kabun adalah sentral duriannya Tanah Datar.

Pekerjaan musiman dilakoninya sekali setahun selama dua bulan ketika durian di ladang berbuah. Sebagaimana yang panen durian di berbagai kawasan di Tanah Datar, namun durian sungayang tetap dapat tempat bagi masyarakat.

Hal serupa dilakukan oleh warga Nagari Sungayang lainnya, yang mengambil keberkatan dari atas panen raya itu. Di sepanjang jalan durian digelar pada lapak-lapak.

“Datanglah ke Sungayang untuk menikmati durian,” kata Ely pada Singgalang, Selasa (10/1), yang menawarkan kelezatan dan kenikmatan durian di tempatnya.

Dikatakannya, di Sungayang tiap parak warga ditumbuhi durian. Bila musimnya durian dari sini ditunggu oleh masyarakat.

Durian Sungayang jarang yang hambar, kendati berukuran kecil tetap dengan kualitas rasa yang terjaga. Dijual dengan harga bervariasi antara Rp10.000-Rp.25 ribu per butir.

Diutarakannya, sejak panen dalam dua pekan lalu banyak orang yang datang ke sana. Kemudian duriannya dijual ke berbagai daerah lainnya, juga banyak ditemukan di pasar Batusangkar, dan di semua pasar tradisional di Tanah Datar. (ydi)