Membangun Masa Depan Kelautan Sumbar

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni ketika itu mengungkapkan, pembebasan tanah untuk pembangunan kawasan BP2IP itu didanai APBD Sumbar. Pihaknya lantas melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga pembebasan tanah berjalan lancar. Apalagi dengan kehadiran balai tersebut nantinya, akan membawa berkah pula buat masyarakat. Sedangkan pembangunan gedung dan fasilitas lainnya dibiayai APBN.

Menurut dia, untuk memuluskan rencana tersebut, telah disiapkan dana Rp1 triliun lewat sindikasi dana APBN, APBD Provinsi Sumbar dan APBD Padang Pariaman. Dana APBD provinsi Rp11,7 miliar tahun 2012 untuk pembebasan lahan. Kemudian pembangunan sarana infrastruktur dari APBD Sumbar dan Padang Pariaman yang totalnya lebih dari Rp100 miliar.

“Sedangkan pembangunan BP2IP didanai APBN sebesar Rp800 miliar, belum termasuk sarana dan prasarana pendidikan nantinya, perkiraan kami habis Rp1 triliun,” katanya lagi.

Ali Mukhni mengatakan, BP2IP disiapkan sebagai tempat menghasilkan dan membina calon-calon pelaut yang berkualitas dengan standar Pelaut Internasional. BP2IP akan menjadi kawah candradimuka pelaut, Setelah BP2IP rampung, juga telah disiapkan Pelabuhan Tiram dengan menyediakan lahan seluas 15 hektare.

Pelabuhan Tiram ini merupakan penyangga Pelabuhan Teluk Bayur yang sudah tidak mungkin dikembangkan lagi. Rencana pembangunan Pelabuhan Tiram ini, memiliki dermaga sepanjang 250 meter dari pantai ke arah laut dan panjang sandaran kapal berbentuk huruf T adalah 2 km. Dengan demikian pelabuhan ini akan dapat didarati oleh semua jenis kapal.