Membangun Kembali Kejayaan Pendidikan Agama

Peduli

Perjuangan Mulyadi untuk pengembangan pendidikan agama tidak saja di Limapuluh Kota, tapi juga di kabupaten/kota lain. Boleh dikata cukup banyak pondok pesantren mendapat program pembangunan asra­ma.

Setidaknya 14 pondok pesantren yang tersebar di daerah pemilihannya (Padang Pariaman, Pariaman, Agam, Bukittinggi, Pasaman, Pasaman Barat, Payakumbuh dan Limapuluh Kota) mendapat bantuan rusun yang benar-benar bermanfaat bagi ponpes tersebut.

Jangan heran jika Mulyadi dalam Pemilu 2014, mendapat respon baik dari kalangan ulama, pemuka agama, para santri dan orangtua santri, di samping elemen masyarakat lainnya di delapan kabupa­ten/kota. Raihan suara Partai Demokrat sendiri 158.528 suara, dengan Mulyadi sebagai caleg peraih suara terbanyak 84.563 suara.

Padahal pada Pemilu 2014 itu, raihan suara Demokrat melorot menjadi 10,8 persen dari Pemilu sebelumnya (2009) yang sukses mendulang 21 persen. Mulyadi sendiri ketika Pemilu 2014 lolos ke Senayan dengan raihan 54 ribu suara.

“Apa yang terjadi pada pak Mulyadi sebuah fenomenal, di tengah melorotnya suara Demokrat, justru secara personal, raihan suara Mulyadi naik. Ini fakta, pak Mulyadi memang disukai rakyat. Dipilih karena memang peduli, amanah dan merakyat,” tambah Wendi, anggota DPRD Limapuluh Kota. (bayu/pepen)