Membuka Isolasi Tiga Nagari

Sebelumnya, Mulyadi mendesak Kementerian PU, membangun akses jalan strategis nasional Galugua. Sekarang, untuk mendatangi Galugua, tidak akan menggunakan kendaraan kuda beban lagi layakn­ya zaman bahuela. “Galugua sudah seperti kota kecil di Kapur IX,” sebut Darman Sahladi, anggota DPRD Sumbar.

Sekadar diketahui, untuk mempercantik Galugua dalam proyek tahap I, Kementerian PU mengucurkan anggaran Rp70 miliar. Targetnya, ruas Pangkalan-Galugua, Kecamatan Kapur IX harus mulus.

Sementara itu, paket ke-II, bernilai Rp50 miliar digelontorkan untuk pembangunan jalan Hulu Aia, Kecamatan Harau, yang rencanan­ya tembus ke Kubang Balambak, Kecamatan Mungka, Limapuluh Kota.

“Dua-duanya paket proyek,” kata Mulyadi, ketika meresmikan jalan PPIP di Nagari Tanjuang Godang, Lareh Sago Halaban, Senin, 10 Maret 2014.

Dia berharap, semua pihak mengawal proyek pembangunan dan perbai­kan ruas jalan tersebut. “Kami di Komisi V DPR-RI sudah mengang­garkannya. Jadi, tolong sama-sama kita kawal pengerjaannya terma­suk dalam hal perawatannya nanti,” sambung Mulyadi (kini menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR).

Menyangkut pembangunan dan perbaikan jalan dari Pangkalan-Kapur IX, atau dari Galugua ke batas Riau di Rokan Hulu, maupun di Hulu Aia ke Kubang Balambak, Pemkab Limapuluh Kota sangat  terbantu.

“Ini anugerah bagi Limapuluh Kota. Kita ingin, bantuan dari pemerintah pusat melalui Komisi V DPR-RI ini, melepaskan belenggu keterisoliran nagari Galugua dan Hulu Aia maupun Kubang Balambak ,” sambung politisi Demokrat tersebut.

Pembangunan di Galugua benar-benar pesat. Belum lagi ditukuk proyek PPIP dan PNPM. Kedua proyek ini, juga tak terlepas dari peran dan kepedulian Mulyadi terhadap daerah pemilihannya.