Membuka Isolasi Tiga Nagari

Begitu juga halnya dengan Maek, Bukit Barisan. Datang ke Maek pada 9 Desember 2013, Mulyadi mendengar curhat warga. Kepada putra asli Bukik Apik, Bukittinggi tersebut, masyarakat meminta  Pemerintah Pusat turun tangan. Memperbaiki akses jalan ke kampung yang dijuluki negeri seribu menhir tersebut.

Tidak menunggu waktu lama, asa menjadi nyata. Harapan masyarakat setempat, dia tuangkan dengan cara mendorong Kementerian PU, menggelontorkan anggaran pembangunan jalan.  Dalam proyek jalan Maek, puluhan miliar anggaran juga dikucurkan. Kini Maek benar-benar bagus.

“Wonderful Maek. Kalimat pak Mulyadi Desember 2013 itu, benar-benar jadi kenyataan,” komentar Wendi Chandra, anggota DPRD dapil Suliki, Bukit Barisan dan Gunuang Omeh. “Terimakasih Pak  Mulyadi dan Kementerian PU,” tukuk Wendi.

Kepedulian Mulyadi memperjuangan pembangunan infrastruktur di Limapuluh Kota dan Payukumbuh, khususnya dan Sumbar umumnya, berbuah dengan raihan suara yang diperoleh Mulyadi pada Pileg  2014, siginifikan.

Khusus di Limapuluh Kota saja, meski Mulyadi bukan putra setem­pat, tapi berhasil mendapatkan raihan suara terbanyak 18.352 suara mengalahkan putra setempat dan caleg lainnya. Sedang dari 14 wakil rakyat yang lolos ke Senayan, Mulyadi juga terdepan dalam mendulang suara rakyat. Dia sukses meraih 158.528 suara.

“Masyarakat Luak Limopuluah (Limapuluh Kota dan Payakumbuh) menjatuhkan pilihannya kepada Mulyadi, karena perjuangan dan kepeduliannya kepada daerah tinggi. Amanah yang diberikan oleh  rakyat benar-benar dilakoni dengan baik. Saya yakin masyarakat di daerah lain seperti Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Padang Paria­man, Bukittinggi dan Pariaman, merasakannya pula,” tambah  Wendi lagi.(*/bayu/pepen)