Mempersiapkan Padang Smart City

Faldo Maldini
Faldo Maldini

MENTERI Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan pada 2035 diprediksikan 67% dari masyarakat Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan. Oleh karena itu,  membangun kota menjadi hal yang krusial dilakukan pada saat ini. Hal ini penting dilaksanakan untuk bisa mempersiapkan kota yang unggul dan maju di masa depan, salah satunya dengan menjadikan kota sebagai kota cerdas (biasa disebut smart city). Hal ini juga berlaku untuk Kota Padang yang menjadi Ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Konsep Smart City Harus Dipahami

Sebelum jauh-jauh berbicara implementasi smart city, perlu adanya pemahaman menyeluruh bagaimana itu smart city. Smart city bukan hanya sekadar adanya wi fi gratis di seluruh kota, bukan pula tentang adanya banyak CCTV yang dipasang, dan bukan pula adanya sebuah ruang komando (command center) yang canggih yang dimiliki kota. Smart city memang sebuah konsep yang menggunakan teknologi, namun bukan berarti teknologi yang berperan sebagai tools dijadikan sebagai parameter keberhasilan dan terciptanya smart city.

Di dunia para ahli secara umum menyepakati ada enam parameter penting untuk mendukung terciptanya smart city, antara lain: smart economy, smart mobility, smart government, smart environmental, smart living, smart people. Smart economy adalah tentang menciptakan inovasi-inovasi baru yang semakin banyak dan meningkat untuk menambah peluang usaha baru dan meningkatkan persaingan pasar usaha/modal. Smart mobility adalah tentang pengelolaan infrastruktur kota yang dikembangkan dalam sebuah sistem pengelolaan terpadu untuk menjamin keberpihakan pada kepentingan publik.

Smart government adalah tentang pengelolaan pemerintah secara good governance, dimana paradigma, sistem, dan proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang mengindahkan prinsip-prinsip supremasi hukum. Smart environmental adalah terciptanya lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non-fisik, visual maupun tidak, bagi masyarakat dan publik. Smart living adalah tentang masyarakat yang berbudaya, dimana manusia memiliki kualitas hidup yang terukur secara budaya. Dan terakhir smart people adalah pembangunan senantiasa manusia dalam sebuah kota yang mendukung pembangunan lain seperti ekonomi dan sosial.

Jadi, aspek penting dari sebuah kota cerdas (smart city) adalah desain kota yang tercipta dengan segala perencanaan yang baik, didukung oleh optimalisasi teknologi hingga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang ada di kota tersebut. Di sisi lain, penerapan smart city juga bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di kota, khususnya permasalahan real seperti kemacetan, kebersihan, pelayananan pemerintahan. Hal-hal tersebut biasanya menjadi keluh-kesah yang dirasakan oleh warga yang tak kunjung usai ditemukan jalan keluarnya oleh Pemerintah.

Langkah Dasar Menuju Smart City

Aspek penting yang perlu dicapai adalah sebuah smart city adalah desain kota modern, efisien dan efektif yang tercipta yang disokong oleh teknologi. Jika berbicara dengan lingkup pola pikir pemerintahan, tentu ide penerapan smart city akan menghadapi dinamikanya sendiri. Sebagaimana kita tahu, pemerintah bekerja dengan perencanaan.

Dalam perencaan tersebut terdapat beberapa parameter seperti program kerja, indikator keberhasilan, aturan, anggaran dan masih banyak lagi. Perencanaan sebuah kota disusun bersama oleh pemerintah kota baik eksekutif dan legislatif, yang disahkan secara bersama untuk setahun ke depan. Selain itu, juga terdapat Rencana Jangka Menengah dan Rencana Jangka Panjang.

Untuk melangkah menuju smart city, termasuk Kota Padang, sangat diperlukan adanya perencanaan dalam pembangunan kota yang disiapkan pemerintah saat ini. Jika perencanaan ini sudah ada maka baru bisa melangkah ke tahapan selanjutnya yang lebih teknis dan detail mempersiapkan smart city. Jika belum, ada baiknya Pemerintah Kota Padang beserta jajaran mulai memikirkan hal ini. Karena di Indonesia sudah ada beberapa kota yang mengimplementasikan smart city antara lain: Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Balikpapan.

Hal yang tak kalah penting juga dalam dunia pemerintahan adalah adanya peraturan yang memayungi setiap program yang akan dieksekusi. Turunan dari aturan tersebut bisa berbentuk sebuah standard operating procedure (SOP). Dalam hal untuk menuju smart city berarti diperlukan adanya SOP dalam pelayanan publik dapat diselesaikan dengan lebih baik menggunakan teknologi.

Kota Padang dalam rilis pemerintah kota merencanakan akan membangun command center dengan didukung reksis teknologi. Hal yang perlu benar-benar menjadi perhatian adalah bagaimana implementasi dari penerapan command center ini. Perlu disiapkan SOP yang jelas untuk hal ini, apalagi jika command center Kota Padang akan berperan dalam persiapan dalam menghadapi bencana Kota Padang. Apabila terjadi bencana, sejauh mana prosedur penanganan ini bisa membantu menyelesaikan masalah? Seberapa cepat petugas bisa langsung datang ke tempat kejadian setelah seseorang melaporkan ada bencana di kota? Siapa saja stakeholder yang terkait dengan penanganan hal ini? Bagaimana peran pihak penanggualangan berncana terlibat dalam penanganan ini, sedangkan mereka adalah pihak di luar pemerintah kota?

Menurut Penulis, idealnya dalam pelaksanaan konsep smart city, semua berawal dari pembuatan SOP setelah perkara perencanaan selesai. Kita bisa ambil contoh dalam perihal pembuatan izin, dibutuhkan 3 proses: proses X, Y, dan Z. Jika keseluruhan proses ini membutuhkan waktu 10 hari kerja karena proses Y memakan waktu 80% dari total. Lalu dengan adanya teknologi, proses Y dapat selesai dalam hitungan menit, sehingga 3 proses ini bisa selesai dalam 1 jam. Di sinilah teknologi masuk sebagai alat yang memungkinkan percepatan proses yang ada.

IT dan Data Harus Dikelola

Salah satu hal yang tak kalah penting untuk menuju smart city adalah pengelolaan data yang dimiliki oleh pemerintah. Saat ini pemerintah sedang melakukan perbaikan kinerja pengelolaan data melalui BPS. Hal ini perlu didorong karena data dan informasi teknologi adalah perkara pokok yang harus beres untuk penerapan smart city. Data inti yang penting dimiliki dan diamankan oleh Pemerintah adalah Data Kependudukan dan Data Geospasial. Dua data ini akan merefleksikan data-data lain dalam sebuah kota, jika dua data tersebut baik, maka smart city semakin mudah dicapai. Tentang data juga bukan hanya persoalan penyimpanan, akan tetapi juga tentang penggunaan, duplikasi dan kewenangan dalam mengakses.

Selain itu, pemerintah kota juga harus bisa melakukan sinergi dan kolaborasi dalam pengumpulan data. Jangan sampai ada dua Dinas melakukan pengumpulan data dalam objek yang sama, namun memiliki hasil yang berbeda. Contohnya, suatu sistem informasi pemerintahan mengumpulkan NIK secara sendiri, sedangkan NIK ini seharusnya mengacu pada data kependudukan yang dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Integrasi pengelolaan data ini penting dimiliki oleh pemerintah kota dengan adanya sebuah aturan yang berlaku. Apalagi jika Pemerintah Kota Padang akan menuju smart city. Aplikasi-aplikasi yang dibuat untuk mendukung smart city tidak akan bisa bekerja dengan baik jika integrasi data tidak bisa dijamin. Pada akhirnya publik pun akan menjadi bingung karena bukan kota cerdas yang tercipta, justru sebaliknya.

Prinsip Smart City

Dalam menuju smart city prinsip yang harus selalu dipegang pemerintah adalah teknologi hadir untuk membantu meningkatkan kualitas proses bisnis, bukan proses bisnis yang mengikuti teknologi. Menanggapi hal ini, menurut Penulis, Pemerintah Kota Padang jangan sampai memulai program smart city hanya terpaku pada teknologi terkini saja, tapi juga harus menekankan pada tujuan mencanangkan program smart city.

Karena, anggaran yang akan dihabiskan dalam menuju smart city bukanlah angka yang kecil, penting menjadi catatan bahwa semua proses yang berjalan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan. Hal ini tentu senada dengan mengapa smart city itu perlu ada.

Satu hal lain yang juga penting untuk dipastikan dalam penerapan smart city ini adalah “Serahkan pada ahlinya”. Pemerintah Kota Padang harus mampu menemukan mitra yang tepat untuk membangun Padang smart city.

 

Oleh: Faldo Maldini 

Co-founder pulangkampuang.com

Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia