Menabung untuk Perbaiki Rumah Warga Miskin, Kapolri Beri Penghargaan Bripka Maihendri

 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Bripka Maihendri. (kumparan)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Bripka Maihendri. (kumparan)

SOLOK – Bripka Maihendri tidak menyangka dipanggil kapolri untuk datang ke Jakarta untuk mendapat penghargaan, Jumat (13/10). Niat Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Solok, Sumatera Barat hanya ikhlas membantu pasangan suami isteri miskin untuk mendapatkan rumah yang layak.

Mabes Polri menilai tindakan Maihendri itu mulia. Karena jasa mulianya membantu warga yang tak mampu, dirinya dianggap berprestasi dan menjadi salah satu dari 43 anggota Polri yang mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Rumah pasangan Samuni dan Saniar, hanya berukuran 3×5 meter yang sekaligus merupakan kandang bebek.

Pemilik rumah ukuran 3 x 5 meter itu, Samuni (85) dan Saniar (67), sejak beberapa hari belakangan tidak lagi kedinginan pada malam hari.

“Alhamdulillah, rumah kami akhirnya diperbaiki.  Allah Maha Pengaih. Tuhan mengirimkan seorang polisi yang baik hati untuk memperbaiki kediaman kami,” ujar Samuni, terbata dalam bahasa  tuanya.

Pak Samuni dan istrinya tak henti bersyukur. Tanpa diminta, ia mengaku masih ada orang yang membantu memperbaiki tempat tinggal yang sebenarnya sudah tidak pas lagi disebut sebagai rumah. Apalagi, sosok yang membantunya adalah seorang Polisi.

Polisi yang dimaksud lansia tuna netra itu, adalah Bripka Maihendri. Petugas Bhabinkamtibmas Nagari Indudur Polsek IX Koto Sungai.

“ Saya tergerak memperbaiki rumah Pak Samuni, karena mengingat masa lalu yang tidak lebih baik dibanding kedua orang tua itu,” papar Maihendri kepada sejumlah wartawan yang penasaran terhadap empatinya, belum lama ini.

Barangkali pula, jiwa sosial Maihendri bangkit, selain karena posisinya sebagai abdi negara yang harus selalu mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat, juga dimotivasi oleh bayangan masa lalu bersama orang tuanya yang diakui memprihatinkan pula.

“Hati saya terpanggil  membantu, karena  merasakan apa yang beliau alami hari ini. Saya  juga berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkap Bripka Maihendri dengan mata berkaca.

Dirinya tidak sengaja bertemu dengan Pak Samuni. Saat menjalankan tugas sebagai Bhabinkamnas di kawasan Nagari Indudur.Hatinya terenyuh  mendapati pak Samuni yang hidup dengan istinya Saniar (67) di sebuah rumah yang kondisinya memprihatinkan. Bocor, dan tanpa tempat MCK pula.

“ Itu empat tahun lalu. Kemudian saya bertekad menabung agar bisa membantu,” ujar Maihendri.

Uang tabungan selama empat tahun, yang disisihkan dari gaji dan hasil pekerjaan sampingan berternak bebek, Maihendri pada September 2017 memecahkan “kacionya” dan menghitung semua hasil tabungan yang ternyata cukup untuk biaya bedah rumah Samuni dan Saniar, pasutri lansia yang sangat membutuhkan uluran tangan.

“Apalagi pak Samuni dalam kondisi tuna netra dan sudah tidak mampu  bekerja lagi,” ulasnya.

Dalam video yang direkam oleh wartawan dan viral di media sosial, Maihendri mengatakan tidak ada tujuan lain ketika memperbaiki rumah warga kurang mampu itu, kecuali panggilan jiwa yang dibayangi masa lalu keluarganya yang “kelam” pula. Ia kemudian ingin berbagi.

Sepasang tua renta yang menggantungkan hidup dari hasil penjualan telur dari empat ekor itik peliharaannya, menurut Maihendri sangat pantas dibantu. Lebih memprihatinkan,  pasutri ini kerap makan hanya dengan nasi dan garam saja.

Tanpa menyebutkan nilai nominal uang tabungan yang digunakan untuk merehab rumah Samuni, Bripka Maihendri  bahkan ikut terlibat dalam pengerjaan rumah bersama seorang tukang bangunan yang disewa. Dari mulai pengerjaan hingga rumah susun papan itu ditempati tanpa peresmian, Saniar seolah tak berhenti bersyukur.

Bahkan kepada atasannya di Polsek IX Koto Sungai Lasi, dirinya juga didukung Kapolsek setempat, AKP Afrides Roema hingga Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan. Kedua atasan Mai Hendri juga turut membantu menyediakan pemasangan listrik ke rumah Samuni dan Saniar.

“ Kami berterima kasih, rumah yang sebelumnya bocor dan tidak memiliki MCK,  sekarang sudah bagus,” ungkap Saniar.

Ucapan serupa juga disampaikan wali nagari Indudur, Zofrawandi. Dihubungi singgalang, Sabtu (7/10), wali nagari Indudur yang banyak menuai prestasi bidang kehutanan dan pemerintahan itu, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada sosok petugas Bhabinkamtibmas yang peduli.

“ Pemerintah nagari Indudur menghargai perjuangan Pak Hendri. Ia diakui sangat peduli. Selama ini, warga Indudur sangat familiar dengan pak Maihendri. Kami semua mengapresiasi perhatian beliau terhadap masyarakat,” ujar Zofrawandi.

Kapolres Solok Kota AKBP Donny Setiawan mengatakan, anggotanya itu memang dikenal ringan tangan dan rendah hati.

“Maihendri termasuk salah satu Bhabin yang aktif terjun ke masyarakat,” terang Donny. (rusmel)