Menang, Pelatih SPFC Akui Permainan Anak Asuhnya Tak Maksimal

Gelandang SPFC, Lee Gilhoon (rahmat zikri)
Gelandang SPFC, Lee Gilhoon (rahmat zikri)

PADANG – Kemenangan dua gol tanpa balas Semen Padang FC atas Barito Putera di Pekan 24 Torabika Soccer Championship (TSC), Selasa (18/10) petang di Stadion H. Agus Salim, Padang semakin memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang. Hasil itu menjadikan Laskar Antasari -julukan Barito Putera- korban ke-11 Kabau Sirah.

Hanya Saja, permainan anak asuh Nilmaizar terutama pada 45 menit pertama terlihat kurang maksimal. Terbukti, begitu wasit Untung yang memimpin duel meniup panjang peluit permainan tim tamu lebih dominan. Bahkan beberapa peluang hampir saja menghasilkan gol.

Setelah 10 menit laga berjalan, baru-lah Hengki Ardiles cs bisa keluar dari tekanan Rizky Pora dan kawan-kawan. Memasuki detik akhir menit 14 aksi tusukan Irsyad Maulana dari sisi kanan gawang Barito berbuah gol pembuka.

Berawal tiki-taka Nur Iskandar dengan Irsyad lalu masuk ke dalam kotak penalti. Irsyad pun mampu mengecoh penjaga gawang Aditya Harlan yang sudah menjatuhkan badan. Melihat posisi Marcel Silva Sacramento tak terkawal di depan mulut gawang langsung diumpan. Sontekan kaki kiri penyerang berpaspor Brasil itu merobek jala gawang Aditya Harlan di menit 15.

Tertinggal satu gol tidak membuat Barito Putera mengendorkan serangan. Lini tengah yang ditempati Adam Alis dengan Amirul Mukminin ditopang dua pemain sayap Luis Carlos Junior dan Hansamu Yama serta tusukan Rizki Pora mampu menguasai jalannya laga.

Begitu kick-off babak kedua diambil SPFC, inisitif tekanan yang menjadi ciri khas tuan rumah langsung diperagakan. Belum genap menit pertama babak kedua itu, Marcel Sacramento membuat gol kedua. Akibat kelengahan lini belakang Barito, tusukan Nur Iskandar ke dalam kotak penalti dihadang oleh Thierry Gathussi.

Legiun asing asal Prancis itu terjatuh bahkan tangannya mengenai bola, namun wasit Untung menyatakan bola tetap on-side. Nur pun mengumpan kepada Marcel yang telah berdiri di depan gawang. Sepakan kaki kanan Marcel kembali membuat Aditya Harlan memungut bola dalam gawang untuk kedua kalinya.

Gol itu sempat diprotes kubu Barito karena Gathussi handball, namun wasit tidak bergeming dengan keputusannya dan mengesahkan gol Marcel itu.

Sepanjang babak kedua itu, penguasaan bola seimbang. Hanya saja, hingga wasit Untung meniup panjang peluit tanda bubaran papan skor 2-0 tidak berubah.

“Alhamdulillah, sore ini kami kembali memenangkan pertandingan. Saya akui permainan anak-anak tidak sesuai harapan dan itu diakui oleh pemain saya. Tapi yang pasti saya tetap memuji perjuangan pemain,” ujar Nilmzair dalam keterangan resminya usai laga.

Menurutnya,  kondisi lapangan kali ini kurang bagus dengan cuaca sangat panas. Akibatnya penampilan anak asuhnya tak seperti yang diharapkan.

Ia pun mengakui Irsyad juga mengakui mengalami penurunan peforma. “Tadi di ruang ganti Irsyad dan Nur juga mengeluhkan cuaca dan seringnya kesalahan yang meeraka perbuat, namun untuk menjaga keseimbangan tim, kedua pemain cepat itu sengaja tetap di mainkan hingga laga usai.

Bagi Kabau Sirah kemenangan beruntun di kandang ini dijadikan modal kala bertandang ke markas PS. TNI, Stadion Pakansari, Cibinong di Pekan 25 TSC pada 23 Oktober mendatang.(dede/rahmat)