Mereka pun Histeris Melihat Opa

 

Sejumlah siswa swafoto dengan pebalap asal korea Selatan. Mereka menyapa pebalap asal Korea itu dengan Opa. (defil)
Sejumlah siswa swafoto dengan pebalap asal korea Selatan. Mereka menyapa pebalap asal Korea itu dengan Opa. (defil)

MUARO SIJUNJUNG – Jalan depan Gedung Pertemuan Pancasila, Muaro Sijunjung dibebaskan dari lalu lintas kendaraan bermotor. Senin pagi (20/11) itu dijadwalkan start para pebalap internasional Tour de Singkarak (TdS) dari 29 negara.

Jauh sebelumnya sekitar pukul 08.00.WIB jalan tersebut sudah diramaikan pengunjung, meski star pembalap sepeda dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Pengunjung dari berbagai kalangan, ada siswa SMA, SMP, SD, ASN dan masyarakat biasa.

Tapi ada yang menarik pagi itu. Ratusan remaja sibuk mondar-mandir di jalan. Seperti anak ayam yang sedang kehilangan induk, berkelompok-kelompok. Berpencar, ada yang ke Selatan, ada ke Timur, Barat dan Utara. Menyusuri setiap sudut Jalan Muhammad Yamin itu.

Usut punya usut, ternyata mereka mencari pebalap asal Korea Selatan, yang wajahnya mirip dengan artis-artis nan biasa mereka tonton di layar kaca.

“Ayok, kita cari Opa yok,” kata salah seorang siswa SMAN 1 Sijunjung kepada temannya.

Singgalang awalnya tidak ngerti apa yang mereka maksud dengan kata Opa. Awalnya penulis menduga  opa itu panggilan buat kakek. Rupanya ada teman sesama wartawan, perempuan, tahu dia apa arti Opa yang dibilang remaja.

“Opa itu artinya kakak bang, dalam bahasa Korea Selatan,” ujarnya. Kayaknya dia juga hobi monoton film Korea.

Setelah mendapat penjelasan itu baru Singgalang mengerti dengan opa. Pantas saja n siswa SMP dan SMA itu sibuk. Ngefans berat rupanya sama orang Korea Selatan. Meski yang mereka temui bukan artis, tapi pebalap sepeda, tapi kayaknya sudah cukup melepas kerinduan pada artis kesayangan mereka.

Ibarat kata, orang kalau sudah cinta, taik atas serasa coklat. Kalau sudah naksir, melihat atap rumahnya saja sudah puas.
Meski bukan artis, yang penting pebalap itu orang Korea.

Beberapa menit sekelompok siswa SMA, berhasil menemukan Opanya.
“Opaaaaaaa,” kata mereka serentak ketika menemukan orang yang mereka cari.

Mereka langsung menghampiri pria Korea Selatan yang sedang di atas sepeda itu. Diperhatikan tidak banyak pula yang mereka sampaikan. Setelah didekati, rupanya cuma sekadar minta foto bareng dan swafoto.

Salah seorang siswa SMAN 1 Sijunjung Yoga mengatakan, mereka pagi itu diberi izin gurunya untuk menyaksikan start TdS. Waktu itu mereka manfaatkan untuk menemui pebalap dari luar negeri, termasuk dari Korea. Walau demikian mereka juga cari pebalap dari negara Barat dan Timur. Saat itu mereka menguji kemampuan bahasa Inggris dengan berdialog dengan bule. (defil)