Minang Mart Sudah Melenceng dari Konsep Awal

Direktur Minang Mart, Syaiful Bakhri memperhatikan peserta seleksi karyawan toko modern hasil kolaborasi BUMD milik Pemprov Sumbar. (arizal)
Direktur Minang Mart, Syaiful Bakhri memperhatikan peserta seleksi karyawan toko modern hasil kolaborasi BUMD milik Pemprov Sumbar. (arizal)

PADANG – Rencana program Minang Mart yang digagas PT Grafika Jaya Sumbar mulai melenceng dari rencana awal. Usaha yang digadang-gadang akan mendongkrak ekonomi masyarakat, justru memberikan ‘karpet merah’ bagi swasta sebagai pengelola.

Masyarakat yang semula menjadi elemen penting dalam konsep itu, tiba-tiba terpinggirkan, digantikan oleh swasta PT. Ritel Modren Minang (RMM) yang siap untuk meluncurkan 30 ritel di Padang hingga akhir 2016.

Perusahaan yang mengaku tidak memiliki kewajiban pada PT Grafika Jaya Sumbar itu memanfaatkan fasilitas dari aset Pemprov Sumbar.

“Kita ditunjuk PT Grafika Jaya Sumbar, kami tidak bicara saham,”sebut Direktur PT RMM Syaiful Bachri dihubungi Singgalang kemarin. Diakuinya, toko Minang Mart milik perusahaannya yang akan luncurkan dalam waktu dekat adalah 9 unit.

Direktur PT Grafika Jaya Sumbar, Dasril yang semula di daulat sebagai pengelola Minang Mart dalam konsep mengakui keterlibatan PT. RMM dalam pengelolaan Minang Mart di Sumbar.

“Ini adalah upaya kita untuk secepatnya bisa berhasil dalam program Minang Mart ini,” katanya.

Ketua Pengusaha Retail Sumbar Guspardi Gaus wartawan mengatakan, konsep awal Minang Mart patut diacungi jempol. Namun, dalam perjalanannya, ternyata muncul pihak ketiga selaku pemilik modal yang turut serta dalam pengelolaan program ini.

“Ini sudah melenceng dari konsep awal. Sebagai pemilik program, pemerintah harus mau jujur pada masyarakat. Siapa PT RMM ini. Motivasinya apa, tujuan apa. Kami mendorong komisi III DPRD Sumbar untuk melaksanakan dengar pendapat dengan menanggil Pemprov Sumbar,” tegasnya. (yose/yuke)