Minta Tanah Dikembalikan, Masyarakat Padang Pariaman Demo ke DPRD Sumbar

Ilustrasi (okezone.com)
Ilustrasi (okezone.com)

PADANG – Ratusan masyarakat Nagari Kapalo Hilalang, Kabupaten Padang Pariaman berunjukrasa di DPRD Sumbar, Senin (8/5). Mereka mendesak pemerintah mengembalikan tanah ulayat yang diklaim sebagai tanah negara.

Sekretaris Forum Pembela Tanah Ulayat, Muhammad Ali menyatakan, tanah seluas 669 hektare tersebut adalah tanah ulayat. Pada 1904 disewakan kepada Belanda selama 75 tahun kemudian diambil alih komando rayon militer daerah setempat hingga 1998.

“Sejak 1998 itu tanah tersebut kembali dikelola masyarakat,” ujar Ali.

Saat ini di atas tanah ulayat itu Pemkab Padang Pariaman membangun dua gedung kampus Politeknik Negeri Padang dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang. Pembangunan itu dilakukan tanpa musyawarah dengan masyarakat.

Masyarakat berharap DPRD Sumbar  membicarakan persoalan tanah itu dengan gubernur  serta Bupati Padang Pariaman.

Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Achiar mengatakan menanggapi permintaan masyarakat, piahknya  akan berkoordinasi dengan Pemkab Padang Pariaman.

“Kami akan tindaklanjuti,” ujarnya. (aci)