Moda Transportasi Umum di Solok Selatan Mati Suri

Ilustrasi. (*)
Ilustrasi. (*)

PADANG ARO – Moda transportasi umum di Solok Selatan mati suri. Hampir tidak ada peminat yang ingin berusaha di bidang ini. Sampai tahun 2015, masih tersisa dua perusahaan otobus (PO) yang terdaftar, yakni PO Usaha bersama dan Kompantren. Sekarang sudah tidak ada lagi. Izin trayeknya sudah habis 2016 ini dan tidak diperpanjang. Pengajuan baru, tidak ada.

Kepala Dinas perhubungan Informasi dan komunikasi Solok Selatan, Armenses mengungkapkan, Sampai akhir 2016 ini, tidak ada sama sekali permohonan usaha angkutan umum yang masuk berupa izin trayek. “Padahal sejumlah kemudahan sudah diberikan,” kata Armenses didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan angkutan, Syahrudin kepada Singgalang, Rabu (23/11) di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, sejauh ini, kebutuhan masyarakat Solok Selatan ke beberapa trayek vital, dilakukan dengan bantuan mobil Damri.

“Ada tiga trayek yang dilayani Damri, yakni dari Ibu Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro ke Klompek yang berbatasan dengan Kerinci. Kemudian Padang Aro – Sungai Rumbai yang berbatasan dengan Dharmasraya dan Padang Aro – Abai,” jelasnya.

Sementara untuk masyarakat di nagari-nagari, ada kendaraan bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 13 unit yang beroperasi hanya di jalanan nagari saja. “Warga menyebutnya dengan istilah truk parak ke parak,” tukuknya bercanda. Bagi pelajar, ada juga beberapa busa sekolah. (riki)