Muslimah HTI Aksi Damai di DPRD Sumbar

Puluhan muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyampaikan aspirasinya ke gedung DPRD Sumatera Barat, Padang, Jumat (28/10).(desrian eristha)
Puluhan muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyampaikan aspirasinya ke gedung DPRD Sumatera Barat, Padang, Jumat (28/10).(desrian eristha)

PADANG – Puluhan muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi longmarch dari kawasan Universitas Negeri Padang menuju gedung DPRD Sumbar, Jumat (28/10).

Mereka menyebut mahasiswa sebagai intelektual muda di negeri mayoritas muslim telah kehilangan identitas. Alih-alih menjadi motor penggerak utama perbaikan masyarakat ke arah Islam, namun mereka terbelenggu oleh berbagai tuntutan akademis, pola pikir pragmatis dan gaya hidup yang bertentangan dengan Islam.

Oleh karena itu sebagai kontribusi nyata, Kongres Mahasiswa Islam untuk Peradaban (KMIP) II kembali diselenggrakan dengan mengangkat tem reaktualisasi peran intelektual muda untuk mewujudkan kembali peradaban Islam.

Juru bicara Muslimah HTI, Iffah Rochmah mengungkapkan, kongres yang dilaksanakan tersebut bertujuan mengokohkan kesadaran akan pentingnya mengembalikan identitas muslimah intelektual muda sebagai umat terbaik yang menghadirkan kembali peradaban Islam yang agung sebagai pengganti peradaban kapitalis.

“Melalui kongres ini HTI menyatakan sistem kapitalis demokrasi telah terbukti menjadi penyebab krisis identitas pemuda muslim, menumbuh suburkan kerusakan moral dan menjadikan mereka sebagai duta sekulerisma-liberalisme dan jauh dari peran hakikinya sebagai seorang muslim,” ungkapnya.

Iffah Rochmah menambahkan, arah pemberdayaan pemuda saat ini berorientasi memenuhi tuntutan pasar global hanya akan melanggengkan hegemoni rezim kapitalisme dan menghalangi penerapan sistem Islam yang mampu menjadi solusi tuntas.

” Hanya sistem khilafah yang berkomitmen penuh menempatkan intelektual dalam posisi terhormatnya di tengah masyarakat,” katanya. (rian)