Neraca Perdagangan Indonesia di Oktober Diprediksi Surplus USD1,3 Miliar

Peti kemas. (antara)
Peti kemas. (antara)

JAKARTA – Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis neraca perdagangan selama Oktober 2017. Adapun neraca perdagangan Indonesia sepanjang bulan lalu surplus sebesar USD1,76 miliar.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira memproyeksi sepanjang Oktober ini, neraca perdagangan masih akan melanjutkan tren surplus seperti bulan lalu. Dirinya memprediksi sepanjang oktober neraca perdagangan surplus hingga USD1,3 miliar.

“Diperkirakan neraca perdagangan akan surplus sebesar USD1 miliar-USD1,3 miliar,” ungkap Bhima kepada Okezone.

Menurutnya, surplus kali ini masih dipicu oleh kenaikan ekspor komoditas seperti batubara dan minyak kelapa sawit. Pasalnya tren permintaan batubara dan sawit dari China akan terus berlangsung seiring pemulihan industri manufaktur China.

Disisi lain, penyebab surplus juga karena harga minyak mentah yang akan terus mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh faktor berkurangnya pasokan minyak AS dan kebutuhan energi menjelang musim dingin dan konflik internal di Arab Saudi.

“Itu faktor yang membuat harga minyak mentah naik di atas USD56 per barel,” jelas Bhima.

Namun, dia juga mengatakan, Pemerintah juga perlu mencermati bahwa Oktober sebagai awal mula dari tren kenaikan impor. Khususnya barang konsumsi untuk memenuhi stok jelang libur natal dan tahun baru.

“Kenaikan nilai impor juga dipengaruhi faktor pelemahan kurs rupiah terhadap dolar sejak akhir September. Hal ini bisa menekan surplus perdagangan sehingga sulit menembus angka lebih dari USD2 miliar,” kata Bhima.

Sementara itu, untuk kinerja ekspor ia memproyeksi secara umum masih akan positif.

“Januari-Oktober pertumbuhan ekspor diprediksi lebih dari 18% (yoy),” tukasnya.

(aci)

agregasi okezone1