Niat Usir Nyamuk, Empat Rumah Kontrakan di Pasar Pagi Terbakar

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Empat unit rumah  kontrakan yang ada di kawasan Pasar Pagi, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Padang dilalap sijago merah, Sabtu (8/4).Diduga, kebakaran terjadi karena  sisa pembakaran tatakan telur untuk pengusir nyamuk yang dibiarkan menyala.

Informasi yang dihimpun  dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, kebakaran ini bermula dari pembakaran yang dilakukan oleh salah seorang korban, Mulyadi (36). Pria beranak satu ini membakar tatakan telur di depan rumahnya dan ditinggalkan tanpa dipadamkan.
“Api berasal dari pembakaran tatakan telur di salah satu rumah. Apinya membesar karena pemilik rumah meninggalkannya dalam kondisi terbakar, lalu pergi salat magrib,” ucap Arianto (34), tetangga korban yang rumahnya juga ikut terbakar.
Ditambahkan Arianto, kejadian itu sangat cepat dan tidak ada yang menyangka sama sekali. Dia sendiri mengaku mendapatkan informasi tersebut dari tetangga yang berteriak jika api sudah ada di atap rumahnya saat dirinya tengah menonton sepakbola.
“Saya tahunya dari tetangga. Mendengar itu, saya langsung keluar rumah dan membawa keluarga saya,” paparnya.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Padang menyebutkan, ada empat petak rumah yang berisi 4 KK (Kepala Keluarga) yakni, Riki Koaik, Heri, Mulyadi dan Arianto.
“Mendapat laporan tersebut kami langsung menurunkan 5 armada damkar ke lokasi,” ujar Kasi Operasional Damkar  Padang Suardi.
Petugas yang datang ke lokasi membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk memadamkan api. “Kami menaksir kerugian sementara akibat kejadian tersebut berkisar Rp250 juta karena rata-rata yang terbakar adalah rumah semi permanen,” tutupnya. (arief)