Nyanyian Pulanglah Adiak, Bikin Penggemar Menangis

Judika saat meet and greet yang diselenggarakan Telkomsel. (defil)
Judika saat meet and greet yang diselenggarakan Telkomsel. (defil)

PADANG – Judika hadir di Padang, Kamis (18/5) dalam kegiatan meet and greet yang diselenggarakan Telkomsel. Ia menghibur penggemarnya di Karambia Cafe. Tembang terakhir dibawakan adalah nyanyi Minangkabau berjudul Pulanglah Adiak. Lagu Minang dibawakan berdasarkan permintaan penggemar dan kebetulan juga sudah dia siapkan. Meski sedikit salah-salah, namun ketika suara Judika diangkat pas di reff membuat sejumlah penggemarnya menangis.

Manager Branch Telkomsel Padang, Mulyadi Indra mengatakan, Judika diundang ke padang untuk mempromosikan program Telkomsel *616*100# merupakan layanan Telkomsel kepada pelanggannya untuk mendapatkan lagu Judika dengan murah.

“Pelanggan Telkomsel cukup bayar Rp3.300 saja guna mendapatkan satu mp3 lagu Judika,” katanya.

Dia berharap dengan program tersebut pelanggan dapat menikmati lagu Judika yang asli. Selain mp3 juga bisa untuk nada sambung pribadi.

Untuk ketemu Judika di Karambia Cafe, pelanggan yang dipilih Telkomsel diberikan gratis, termasuk makan dan minum.
“Kita memilih Karambia Cafe karena dinilai lebih representatif untuk pertemuan artis dengan penggemarnya,” ujar Mulyadi.

Sementara itu, Judika ketika tanya jawab dengan penggemar mengatakan,  banyak anak muda yang punya kualitas dalam bernyanyi cuma kurang usaha.

Untuk menjadi seperti sekarang dia sudah berjuang 20 tahun. Dari kecil dia memang sudah sering juara lomba nyanyi, sampai juara dua di tingkat nasional. Bahkan 2001 dia pernah jadi juara satu tingkat internasional, cuma orang di Indonesia tidak tahu sehingga dia sering dipandang sebelah mata. Dia berfikir Tuhan memang belum memutuskannya untuk sukses. Bahkan suaranya pernah dibilang tidak punya karakter.

Untuk itu ia menekankan kepada generasi muda sekarang jangan menyerah dan terus berusaha keras. Hidup harus punya target, cita-cita harus dicapai. Jujur dia katakan, untuk menjadi sukses, sekolah memang ditinggalkan. (defil)