OPD Pemko Padang Hanya Bisa Buat Kegiatan Copy Paste

Gedung DPRD Padang. (net)
Gedung DPRD Padang. (net)

PADANG – Ketua Panitia Khusus III Faisal Nasir menilai kemampuan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang sangat rendah. Hal itu disebabkan kurangnya perencanaan dalam bekerja dan kegiatan yang diajukan lebih banyak copy paste dari program tahun sebelumnya.

Hal itu dikatakan Faisal Nasir usai melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Padang terhadap APBD 2016 bersama sejumlah OPD Pemko Padang, Senin (10/4).

Dia mengatakan, Pansus III DPRD Padang tentang Belanja Langsung menilai dalam pembahasan bersama OPD, kebanyakan hanya memaparkan persentase realisasi anggaran. Padahal daya serap anggaran itu bukan sekedar persentase atau sekedar pencapaian untuk menghabiskan anggaran saja.

“Namun yang patut diperhatikan adalah pencapaian hasilnya terhadap kepentingan masyarakat. Apa gunanya anggaran habis, namun tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Kalau sekedar menghabiskan anggaran, anak kecil juga bisa,” katanya.

Faisal Nasir mengatakan, walaupun progres pencapaian realisasi OPD Tahun 2016 bisa dikatakan dapat tercapai juga ada yang tidak, namun sangat disayangkan dari realisasi yang dicapai masih juga ditemukan silpa (sisa lebih penggunaan anggaran,red). Kemudian outcome hasil yang dicapai dari belanja langsung tadi terhadap kepentingan masyarakat tidak tercapai atau dari pada kegiatan OPD itu sendiri.

Dia juga menilai, kemampuan yang sangat rendah dari kepala OPD untuk menghabiskan anggaran. Karena dalam hal ini sudah terlebih dahulu ada program kegiatan serta perencanaan dari OPD yang bersangkutan. Seharusnya pada belanja langsung tidak terjadi silpa kecuali pada sisa kegiatan tender.

Lebihlanjut disampaikan, sangat disayangkan dari realisasi yang dilakukan tidak ada manfaat dan hasilnya, seperti salah satu contohnya pada Dinas Perhubungan (Dishub) mengenai pangkalan angkutan kota (angkot) di belakang kantor balaikota lama. “Apakah saat ini sudah berjalan maksimal untuk angkot yang masuk kesana, ” ujarnya.

Faisal juga mengatakan, kepala OPD seharusnya membuat suatu perencanaan untuk fisik harus dibuatkan setahun sebelum kegiatan dilaksanakan. Hal tersebut gunanya ketika perencanaan sudah matang diwaktu penganggaran cair maka kegiatan yang akan dilaksanaka dapat segera berjalan.

“Namun yang banyak terjadi kegiatan berjalan diakhir-akhir tahun, ini kan sama saja kegiatan itu akan tidak terselesaikan pada akhirnya,” katanya.

Untuk itu kita minta pada OPD agar anggaran yang dibuat sesuai dengan kebutuhan prioritas di OPD bersangkutan. Kalau hanya sekedar untuk menganggarkan namun tidak ada inovasi, kreatifitas serta perencanaan yang matang hal itu sama saja OPD hanya bisa meminta anggaran. “Namun pencapaian hasilnya tidak ada, ” ungkap Faisal. (bambang)