Oplos Raskin dengan Anak Daro, Pria Asal Limapuluh Kota Dibekuk Polisi Kampar

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

KAMPAR – Polres Kampar, Riau berhasil membongkar kasus jaringan pengoplosan besar bulog (beras raskin). Beras bantuan pemerintah ini dioplos dengan beras salah satu merek yang nilainya jauh lebih tinggi dari bulog.

Dalam kasus ini polisi membekuk pelaku pengoplosnya yakni DR (21), warga Pangkalan, Limapuluh Kota, Sumbar. “Beras bulog ini dicampur dengan beras Anak Daro dan dijual seharga beras bukan bulog itu,” ucap Kapolres Kampar, AKBP Edy Sumardi, Minggu (20/11).

Selain tersangka, turut diamankan polisi sejumlah barang bukti antara lain 52 karung beras merek Anak Daro yang telah dioplos, 18 karung beras Anak Daro asli. Kemudian, 190 karung bekas kemasan beras bulog, 133 lembar karung kemasan beras merek mawar, 70 lembar karung kemasan beras merek Anak Daro.
“Kita juga mengamankan alat pembersih dan pencampur beras, sebuah kipas angin yang merupakan alat untuk mengoplos,” katanya.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang dirugikan karena mengonsumsi berbagai beras tapi kualitas rasanya jauh menurun. Reskrim Polres Kampar kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan identifikasi.

Petugas pun mengerebek rumah tersangka di Perumahan Mahkota Riau, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kampar. Pengakuan tersangka, dia bersama saudara kandungnya membeli beras bulog yang merupakan beras untuk orang miskin sebanyak 1 ton dan 500 kilogram beras Anak Daro.

Lalu, dua jenis beras itu dicampur. Beras bulog dengan berat 50 kilogram dibeli seharga Rp98 ribu. “Setelah mencampur kedua beras beda kualitas itu, tersangka membersihkannya dengan cara dikipas. Setelah itu digunakan alat yang dibuat dan dirancang sendiri oleh pelaku.

Beras yang telah dioplos ini kemudian dikemas kembali ke dalam karung dengan merek Anak Daro yang dicetak sendiri oleh pelaku dan menjualnya ke berbagai tempat,” tukasnya.

Tersangka kemudian mengemas dua jenis beras beda kualitas itu dengan kemasan Anak Daro. “Kemasan 10 kilogram dijual dengan harga Rp98 ribu,” kata Edy. (aci)

agregasi okezone1