Otopsi Selesai, Terduga Teroris Itu Ingin Berjihad ke Suriah

Anggota Brimob Polda Sumbar menjaga ruangan kamar jenazah terduga teroris yang membakar Mako Polres Dharnasraya, Senin (13/11). (Guspa caniago)
Anggota Brimob Polda Sumbar menjaga ruangan kamar jenazah terduga teroris yang membakar Mako Polres Dharnasraya, Senin (13/11). (Guspa caniago)

PADANG – Jenazah terduga teroris yang membakar markas komando (Mako) Polres Dharmasraya, Minggu (12/11) dinihari telah selesai di otopsi tim dokter kepolisian (Dokpol) RS Bhayangkara, Padang.

Kepala RS Bhayangkara, Kompol dr. Tasrif, Senin (13/11) mengatakan otopsi yang dilakukan tim dokter itu selesai sekitar pukul 22.00 WIB. Kini, kedua jenazah terduga teroris yang tewas ditembak mati petugas masih berada di kamar mayat.

Identitas kedua jenazah terduga teroris itu adalah Eka Fitra Akbar, 24 warga Muaro Bungo, Jambi dan Engrina Sudarmadi, 25 warga Merangin. Keduanya terindikasi dengan jaringan teroris.

Sementara Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Syamsi mengatakan meskipun tim medis RS Bhayangkara telah selesai melakukan otopsi pada kedua jenazah, namun belum bisa diekspos hasilnya, karena masih ada pemeriksaan lanjutan di DVI atau Dokpol pusat.

Berkembang informasi, satu dari terduga teroris yang membakar Mako Polres Dharmasraya hingga ludes anak dari seorang perwira polisi di Polres Muaro Bungo.

Menurut informasi, Eka Fitra Akbar bercirakan rambut panjang dan kulit putih. Dia tidak tinggal sama orangtuanya, tapi tinggal di rumah kontarakan bersama istri dan seorang anaknya laki-laki berumur delapan bulan.

Rumah kontrakan yang ditempati Eka Fitra Akbar milik Samsul Bahri, 64, di Jl. Damar Lrg. Bulian No. 14 RT/RW 08/03 Kel. Pasir Putih, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

Eka Fitra Akbar tinggal bersama istrinya Endah Handayani, 30 dan baru mengontrak di sana kurang lebih delapan bulan. Keseharian ia berjualan es tebu di Jl. Diponegoro Muaro Bungo.

Eka Fitra Akbar, pernah bercerita kepada orang tua perempuannya bahwa dirinya ingin berjihat ke Suriah. (guspa)