Padang Panjang Ancam Mundur dari TdS, Wagub Persilahkan

Pebalap TdS melintasi jalan di Padang Panjang. (musriadi)
Pebalap TdS melintasi jalan di Padang Panjang. (musriadi)

PADANG PANJANG – Kota Padang Panjang ancam panitia Tour de Singkarak (TdS), mereka mengancam mundur dari ivent internasional tersebut jika keinginanya tidak dipenuhi.

Ancaman tersebut ditanggapi serius Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan TdS yang dipimpin Wagub Sumbar Nasrul Abit, Kamis (7/9) di Padang.

Padang Panjang keberatan karena mereka minta untuk start, bukan finis. Sementara dalam rute Padang Panjang kebagian lokasi finis etape V yang starnya di Lembah Harau Limapuluh Kota sehingga hal itu tidak sesuai dengan keinginan dan persiapan yang telah dilakukan kota Serambi Mekah tersebut.

“Walikota dan DPRD arahkan kami, jika tidak dapat start, lebih baik kami mundur,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang, Hendri Fauzan dalam rapat.

Hendri menyebutkan jauh-jauh hari Pemko Padang Padang sudah bersiap untuk menjadi lokasi start.

“Selain itu, kita sudah memberikan kontribusi besar untuk TdS 2017 ini Rp235 juta. Tentunya kita ingin ada feed backnya,” kata Hendri.

Menanggapi ancaman mundur dari Padang Panjang itu, Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan semuanya diserahkan kepada Pemko Padang Panjang sendiri.

Menurutnya, bila minta mundur silahkan saja. Kalau, tidak siap tentunya pihaknya akan mencari pengganti Padang Panjang.

“Padang Panjang meminta menjadi tuan rumah lokasi start. Tentunya tidak mungkin lagi, karena persiapan sudah memasuki tahap akhir. Kalau tidak siap, kita persilakan. Kita sudah siapkan Limapuluh Kota sebagai gantinya,” kata Nasrul Abit.