Padang Siap Akhiri Kekerasan Terhadap Anak

 

Bunda Forum Anak Kota Padang menyerahkan bantuan alat musik kepada Kepala SMP 11 Padang, Suindra Bakhtiar,  Minggu (30/10). (zulfadli)
Bunda Forum Anak Kota Padang menyerahkan bantuan alat musik kepada Kepala SMP 11 Padang, Suindra Bakhtiar, Minggu (30/10). (zulfadli)

PADANG – Eksploitasi dan kekerasan terhadap anak makin marak saat ini. Pelakunya pun datang dari kalangan dekat, bahkan dari orang yang seharusnya jadi garda terdepan dalam perlindungan terhadap mereka.

Kini saatnya, semua harus bersatu mengakhirinya. Di Padang, jelang akhir Oktober, Minggu (30/10) tekad itu dipadukan. Bersama Lindungi Anak (Berlian) untuk akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaksanakan dalam bentuk Diskusi Musikal yang dipandu Simponi Jakarta, mereka anak-anak muda yang hobi bermusik dan telah memenangkan lomba musik di London dan Belgia digandeng kementerian mensosialisasikan perlindungan dan hak anak.

Enam ratusan anak dari berbagai sekolah, guru, kepala sekolah, anggota Forum Anak Kota Padang, alumni SMA 4 angkatan 88 beserta alumni lainnya memantapkan tekad ini.

Bunda Forum Anak Kota Padang, Harneli Mahyeldi menyatakan,kekerasan terhadap anak harus dihentikan. Anak harus dibesarkan dengan penuh kasih sayang.

Harneli bahkan menegaskan anak yang dibesarkan dengan kekerasan hanya akan menambah deretan kekerasan lainnya. Anak tersebut cenderung melakukan hal yang sama dengan perlakuan terhadap mereka.

Harneli mengajak semua hadirin ikut mensosialisasikan apa yang mereka terima hari ini kepada yang lain. Dengan cara ini semakin banyak yang siap mengakhiri kekerasan dan eksploitasi anak. Padang harus siap mengakhirinya.

Asdep Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rini Handayani, menyatakan ini kegiatan yang khusus diadakan di beberapa kota. Padang adalah kota ketiga tempat pencanangan acara ini. Padang terpilih karena komitmennya menjadi Kota Layak Anak sejak 2010.

Kini jumlah anak sangat banyak. Sekitar 87 juta jiwa atau 34% dari jumlah penduduk Indonesia dan ini aset yang besar bagi pembangunan Indonesia ke depan.

Dan 1 dari 12 anak lelaki mendapatkan kekerasan seksual. Sementara perempuan hanya 1 dari 19. Ini membuktikan anak laki-laki rentan sekali terhadap kekerasan seksual. Ini terjadi karena selama ini anak lelaki dianggap harus kuat dan mampu mempertahankan diri sendiri.

Dalam kesempatan itu Rini dan Harneli bergantian memberikan bantuan kepada SMP 11 dan SMA 4 Padang. Kedua sekolah dinilai sangat perhatian kepada anak didiknya, telah menjadi sekolah ramah anak. (zul)