Pahami Risiko, Kelola Uang dengan Bijak

Tetap berhati-hati

Saat pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan menjamin semua simpanan nasabah (blanket guarantee), ada semacam ketidakhatian-hatian baik bagi pengelola bank maupun nasabah sendiri. Karena, mereka yakin seluruh dana akan dijamin bila terjadi sesuatu. Sebaliknya, dengan penjaminan terbatas, nasabah bank harus tetap berhati-hati dalam memilih produk perbankan untuk mengamankan dananya. Nasabah juga harus memahami apa-apa saja persyaratan dana simpanan yang dijamin oleh pemerintah (LPS).

LPS secara tegas menyatakan bahwa dana nasabah yang layak dibayar harus memenuhi syarat 3T, yakni Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat suku bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan dan Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.

Dengan ketentuan itu, harus dipahami bahwa jika tingkat suku bunga dana melebihi tingkat suku bunga penjaminan, maka seluruh dana nasabah tidak dijamin walaupun dananya masih di bawah Rp2 miliar. Karena itu, nasabah jangan terburu-buru tergiur bunga bank yang tinggi. Nasabah harus melek dengan suku bunga bank di mana ia menyimpan dananya. Tingkat bunga penjaminan LPS yang berlaku saat ini adalah 7 persen untuk Bank Umum dan 9,5 persen untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Nasabah juga harus berhati-hati terhadap tindak pidana perbankan, karena untuk kasus ini bila dana nasabah bobol tidak akan diganti oleh LPS. Kasus pembobolan dana nasabah, baik yang melibatkan orang dalam maupun yang melibatkan kejahatan cyber, masih terus mengancam bila tidak hati-hati. Sementara, sesuai UU nomor 24/2004, LPS hanya bertanggung jawab untuk mengganti dana nasabah jika bank di mana nasabah menempatkan dana mengalami masalah atau dicabut izin usahanya alias dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Karena itu, pahami risiko setiap mengambil tindakan dalam penyimpanan dana. Semisal bagi pemegang kartu ATM, jangan mau memberikan PIN kepada siapapun, termasuk yang mengaku petugas. Bagi pengguna SMS banking, segera hapus SMS keluar setiap setelah memanfaatkan fasilitas SMS banking dan jangan pinjamkan telepon genggam bagi orang yang tidak dikenal baik. Begitu juga jangan tergiur dengan bunga bank yang tinggi.

Setiap orang bekerja, mengumpulkan dan menyimpan sebagian uangnya untuk masa depan. Tentu saja mereka berharap uang yang disimpan aman dan tidak membuat was-was. Bahkan, kalau bisa uang yang telah dikumpulkan dengan tetes keringat sendiri, bisa dikelola dengan baik di lembaga keuangan yang dipercaya. Namun, sebagai nasabah harus bijak dan terus menambah wawasan literasi keuangan. Pahami setiap produk jasa keuangan yang akan diambil dan pahami risikonya sebelum menyesal di kemudian hari. (penulis adalah wartawan di Harian Singgalang)