Pajak Daerah Mentawai tak Capai Target

Ilustrasi. (*)

TUA PEIJAT –¬†Sepanjang tahun 2017, Pemkab Mentawai hasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak sebesar Rp2,5 miliar lebih. Jumlah itu hanya 63,90 persen dari target sebesar Rp3,92 miliar.

Enam jenis pajak yang dipungut Pemkab Mentawai, 5 diantaranya belum mampu mencapai target. Berada pada urutan tertinggi, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang ditargetkan sebesar Rp700 juta, malah melampaui target menjadi 149,41 persen atau Rp1.045.904.891.

Pajak restoran baru tercatat sebesar 83,02 persen atau Rp830.169.216 dan Pajak Hotel 28,08 persen atau Rp280.841.596. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan 26 persen atau Rp260.003.624. Ketiga jenis pajak ini masing-masing ditargetkan Rp1 miliar. Sementara pada jenis pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hanya 44,03 atau Rp88.054.000. Terakhir, Pajak Reklame sama sekali belum menghasilkan apa-apa meski targetnya hanya Rp20 juta saja.

Menurut Kepala Bidang Pajak Badan Keuangan Daerah (BKD) Mentawai, Martauli, kondisi geografis yang dipisahkan oleh beberapa pulau, merupakan kendala utama bagi pemerintah untuk dapat mencapai target 100 persen itu.

“Kami agak susah untuk memonitor ke sana, biaya kan sangat besar. Jadi kadang-kadang yang akan kami jemput dengan yang dikeluarkan sudah gak seimbang lagi. Sewa bot aja ke Siberut kan mahal, sampai lebih 10 juta kalau kita keliling,” terang Martauli di ruang kerjanya, Kamis (18/01/2018).

Meski demikian, diakuinya pemerintah sendiri telah berupaya untuk mengingatkan wajib pajak, terutama yang bergerak di bidang usaha akomodasi yang banyak terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Ada kami mengirimkan surat menyampaikan batas waktu pembayaran pajak, tapi banyak yang tidak menanggapi,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak, ke depan pemerintah pada tahun ini masih tetap akan bersosialisasi kepada masyarakat di 13 desa seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk sementara kami masih dalam tahap sosialisasi sambil mengingatkan lagi karna kan dari 43 desa, kami sudah sosialisasi 30 desa, berarti 13 desa lagi. Tahun ini rencana akan kami selesaikan,” tutup Martauli. (Ricky)

Loading...