Panglima Janji Beri Sanksi Keras Oknum TNI AU Lanud Suwondo

JAKARTA – Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berjanji memberikan sanksi keras kepada oknum TNI AU atas perbuatannya pada wartawan di Medan belum lama ini.

Hal itu disampaikan Panglima TNI saat menerima Pengurus PWI Pusat di Jakarta, Kamis (8/9). Kedatangan pengurus PWI terkait permintaan audiensi membicarakan kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oknum TNI AU di Lanud Suwondo, Medan, 16 Agustus 2016 lalu.

“Saya minta maaf atas kejadian itu. Saat ini proses pemeriksaannya sedang berlangsung dan saya pastikan akan ada sanksi keras yang dijatuhkan. Saya berharap teman-teman wartawan sabar menunggu proses ini dan juga terus mengawalnya agar dapat berjalan sesuai dengan harapan,” ujar Gatot saat menerima rombongan PWI yang antara lain terdiri dari Ketua Umum Margiono, Ketua Dewan Kehormatan llham Bintang, Sekjen Hendry Ch Bangun, Wakil Sekjen Kiki Iswara, Karim Paputungan dan Agus Yuli.

Panglima TNI mengakui ada kekeliruan dalam prosedur penanganan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat di Sarirejo itu. Akibatnya jatuh korban di kalangan wartawan peliput dan masyarakat, meskipun dari sisi lain prajurit TNI sebenarnya bermaksud menjalankan tugas yakni menjaga aset Negara.

Margiono mengatakan, institusi TNI telah menunjukkan sikap konsisten dalam berkomunikasi dengan pers dan bertindak sesuai dengan UU Pers No 40/1999, sehingga Panglima TNI mendapat penghargaan Medali Emas Kemerdekaan Pers dari masyarakat pers dalam Hari Pers Nasional 2010 di Palembang.

Namun di lapangan terkadang terjadi gesekan karena adanya salah faham antara insan pers dan prajurit TNI. Agar hal itu tidak terjadi lagi maka perlu dilakukan banyak pertemuan sehingga ada saling memahami tugas masing-masing yang dilindungi undang-undang.

Margiono juga berterima kasih karena selama ini TNI membantu PWI dalam hajatan Hari Pers Nasional, termasuk menyediakan kapal TNI AL membawa rombongan wartawan dari Surabaya ke Lombok di HPN 2016.

Dari pertemuan itu disepakati akan ada pertemuan lanjutan antara media dan TNI dalam bentuk outbound, pertemuan di lapangan, sehingga terjadi hotline tidak hanya di antara pimpinan, tetapi juga mereka yang bertugas di lapangan. Dengan adanya pertemuan maka diharapkan dapat dihindari terjadi gesekan dalam peliputan antara wartawan dengan prajurit TNI dan ada pemahaman di kalangan media mengenai tugas-tugas TNI.  Demikian Sekretaris Jenderal PWI Hendry Ch Bangun melaporkan. (kj)