Pasa Harau Sukses, Rekor Dunia Pecah

Ketua TP PKK Limapuluh Kota Ny Monalisa Irfendi Arbi dan Plt Kadis Pendidikan Kebudayaan Indrawati Munir, memperlihatkan penghargaan dari Muri minum kawa daun terbanyak sepanjang sejarah. (Muhammad Bayu Vesky)
Ketua TP PKK Limapuluh Kota Ny Monalisa Irfendi Arbi dan Plt Kadis Pendidikan Kebudayaan Indrawati Munir, memperlihatkan penghargaan dari Muri minum kawa daun terbanyak sepanjang sejarah. (Muhammad Bayu Vesky)

SARILAMAK – Pasa Harau Art and Culture Festival 2017 yang dihelat Jumat hingga Minggu (27/8) di Lembah Harau, Limapuluh Kota sukses. Dihadiri ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri, iven budaya ini berhasil memecahkan rekor dunia.

Rekor Muri tersebut, diperoleh setelah pegiat Pasa Harau Art and Culture Festival 2017 bekerjasama dengan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menghelat ritual minum kawa daun dengan jumlah peserta menembus 4.000-an orang.

“Inilah ritual meminum kopi yang bukan biasa. Yakni, kopi dari daun rebusan. Jumlah peserta lebih dari 2.017 orang,” kata Jaya Suprana, pendiri (Muri), lewat piagam yang diserahkan perwakilannya kepada Pemkab Limapuluh Kota.

Piagam tersebut, diterima Plt Bupati Ferizal Ridwan bersama Ketua TP PKK Ny Monalisa Irfendi Arbi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati Munir, Kepala Bidang Pariwisata Nengsih serta pemangku adat dan pegiat Pasa Harau Art and Culture Festival.

“Alhamdulillah. Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh pengunjung dan komunitas Pasa Harau, para Dewan Pasa Harau, anak nagari, tokoh masyarakat dan niniak mamak,” kata Ferizal Ridwan.

Monalisa mensupport seluruh kalangan ibu-ibu dan pelaku usaha kecil menengah di Harau, umumnya Limapuluh Kota, terus melakukan inovasi dalam usaha kawa daun.

“Dekranasda, siap memberikan support,” kata Monalisa.

Sekretaris Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM Ayu Mitria mengaku, dari 13 Kecamatan di Limapuluh Kota, sedikitnya 5 kecamatan merupakan daerah penghasil kopi.

“Nah, kopi kita ini, laku di pasaran. Sekarang, kita incar pengolahan daunnya, biar lebih berkualitas. Kita benahi kemasannya, kemudian kita carikan marketnya,” kata Ayu Mitria.

Direktur Pasa Harau Dede Pramayoza menyebut, selain memfasilitasi perhelatan meminum kawa daun di sayak tempurung, pihaknya dan anak nagari serta Komunitas Harau menggelar lebih 20 pertunjukan peristiwa budaya, sekaligus atraksi kesenian tradisional Minangkabau seperti pacu jawi dan pacu itik.

Pasa Harau disemarakan dengan penampilan musisi senior Fariz RM. Ribuan pengunjung berduyun-duyun ke lokasi acara.

“Meriah, membeludak,” kata sejumlah pengunjung yang datang dari Jawa dan Kalimantan. (bayu)