Pebalap TZR Racing Team Raih Podium di Danlanud Drag Bike

Sabri Tazar, foto bersama dengan pebalapnya Anton c, saat menerima piala, Danlanud Drag Bike 201 meter, Minggu (9/10). Saat ini TZR Racing team, terus mendulang prestasi di kancah otomotif. (arief pratama)
Sabri Tazar, foto bersama dengan pebalapnya Anton c, saat menerima piala, Danlanud Drag Bike 201 meter, Minggu (9/10). Saat ini TZR Racing team, terus mendulang prestasi di kancah otomotif. (arief pratama)

PADANG – Pebalap Anton C, dari TZR Racing Team, berhasil meraih podium pertama dan ketiga dalam iven Danlanud Drag Bike 201 meter, Minggu (9/10).

Anton C berhasil mengunguli pebalap-pebalap se-Sumbar yang turun di kelas matic 200 cc Tune Up dan Bebek 130 Tune Up.

Pendiri TZR Racing team, sekaligus selaku pembina Sabri Tazar, bersyukur terkait perolehan waktu terbaik dari pebalapnya sehingga berhasil meraih podium pertama dan ketiga tersebut.

Sabri berharap, prestasi yang sudah diraih TZR Team, dapat menjadi motivasi untuk pembalap Sumbar lainnya.

Pihaknya sudah bersepakat akan terus merekrut pembalap muda untuk bergabung di timnya. Untuk saat ini beberapa pebalap muda sudah direkrut yakninya, Anton C pebalap drag bike, Andre pebalap grastrack. Untuk pebalap muda yang dua ini, meskipun muda namun sudah banyak meraih prestasi yang luar biasa baik itu skala lokal maupun luar Sumbar.

Dijelaskan Sabri, atau kerap di sapa pak Cab itu, meskipun saat ini pebalap drag bike di Sumbar masih belum semuanya bermunculan, diakuinya, yang ada saat ini banyak memilki potensi.”Salah satunya Anton,C, Baram, Andre dan lainya. Itu semua harus menjadi perhatian oleh semua pihak tak kerkecuali Pemprov Sumbar,” ujarnya.

Seorang pebalap lokal, Randi saat ditemui Singgalang di Sirkuit Runway Tabing, berharap pemerintah khususnya Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumbar, terus memperhatikan bibit-bibit pebalap yang kian bermunculan.

“Selain itu juga harus memperhatikan sarana dan prasana yang saat ini masih minim, terutama di Padang. Salah satunya keberadaan sirkuit drag race, grasstrack, road race, maupun lainya,” tuturnya.

Diakui Randi, meskipun saat ini iven balap terus dihelat dibawah payung IMI Sumbar, namun masih banyak penyelengara kegiatan yang belum profesional.Hal itu terlihat dari pelaksaan yang masih kurang promosi sehingga banyak pebalap-pebalap yang mempunyai potensi tidak dapat mengikutinya dan sepi peminat. (arief)