Pegawai Imigrasi Padang Kompak Pakai Baju ‘Anak Daro-Marapulai’

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Padang, Esti Winahyu Nurhandayani menyerahkan setangkai bunga mawar kepada masyarakat yang mengurus paspor, Senin (17/10). (*)
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Padang, Esti Winahyu Nurhandayani menyerahkan setangkai bunga mawar kepada masyarakat yang mengurus paspor, Senin (17/10). (*)

PADANG – Ada yang berbeda di Kantor Imigrasi Kelas I Padang. Semua pegawai
bagian pelayanannya berpakaian adat Minangkabau. Pelayanan loket dan foto mengunakan pakaian ‘anak daro’ dan marapulai tersebut hingga 27 Oktober mendatang. Tak hanya itu, setangkai bunga mawar diberikan kepada masyarakat yang sudah memperoleh paspornya.

“Seluruh bagian pelayanan di kantor Imigrasi seluruh Indonesia, termasuk kami, Imigrasi Kelas I Padang diintruksikan mengunakan pakaian adat di wilayah kerjanya,” ucap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Padang, Esti Winahyu Nurhandayani kepada wartawan, Senin (17/10).

Ia menambahkan pegawai mengunakan pakaian adat ini, dalam rangka Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang jatuh pada 30 Oktober, yaitu ‘Pelayanan dan Penegakan Hukum Pasti Nyata’.

Terkait pelayanan, kata Esti Winahyu Nurhandayani,  petugas Imigrasi selalu memberikan pelayanan terbaik, mulai permohonan paspor hingga izin tinggal.

“Kami tetap memberikan pelayanan seperti hari biasa. Cuma petugasnya saja yang mengunakan pakaian adat minang. Apabila hari biasa mengunakan pakaian seragam, pengecualian pada 17-27 Oktober. Semua itu demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyara kat,” ucapnya. Esti Winahyu Nurhandayani yang ‘background’ dari
Pulau Jawa pun turut mengunakan pakaian adat urang Minang.

“Seumur hidup, baru kali ini saya mengenakan baju ‘anak daro’.  Dengan mengunakan pakaian ini, saya ada kenang-kenangan selama bertugas di sini,” ucapnya.  Selain itu, pengunaan pakaian adat ini, untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya Minang kepada masyarakat. (lenggo)