Pelaku Penusukan Dua Anggota Brimob Asal Agam?

Polisi berjaga di sekitar lokasi penusukan (antara foto)
Polisi berjaga di sekitar lokasi penusukan (antara foto)

PADANG – Mabes Polri akan melakukan uji deoxyribonucleic acid (DNA) untuk memastikan identitas pelaku penusukan dua anggota polri di Masjid Falathean, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Polri akan mencari anggota keluarga yang diduga bernama Mulyadi yang telah melukai AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful. Pencarian keluarga pelaku merupakan salah satu keperluan polisi untuk mencocokan DNA pelaku.

“Nanti akan kita cek lagi DNA. Kita akan cari orang tuanya, atau anaknya, adik atau kakaknya untuk dicocokan DNA-nya,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sabtu (1/7).

Dikutip dari okezone, menurut pengakuan kakak ipar pelaku, jasad yang terbaring di RS Polri (Kramatjati) merupakan jasad adiknya yang bernama Mulyadi.

“Tadi malam kakak iparnya sudah diminta keterangan juga, dibawa ke kantor polisi dimintai keterangan juga. Dari kakak iparnya mengakui, kakaknya juga mengakui ini Mulyadi,” ungkap Setyo Wasisto.

Lebih lanjut Setyo menjelaskan, keberadaan kakak ipar diketahui oleh polisi bermula dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Mulyadi.

“Untuk pelaku sudah boleh di katakan 75 % ini adalah Mulyadi, tapi identitas di KTP, itu alamat tidak di situ itu alamat kakak iparnya,” tutupnya.

Sementara beredar kabar di media sosial pelaku berasal dari Lasi, Agam. Hal ini didasari KTP yang ditemukan polisi di TKP. Pada KTP itu tertera Mulyadi lahir di Lasi.

Kabar lainnya menyebutkan, Mulyadi yang dimaksud memiliki usaha penjualan parfum di Pasar Roxy, Cikarang Baru, Bekasi. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian soal ini. (arief)