Pelatih PBFC Sebut Wajar Permainan Keras dalam Sepakbola

Pemain PBFC, Diego Michel dilerai rekan setimnya usai bentrok dengan Marcel Sacramento (antara foto)
Pemain PBFC, Diego Michel dilerai rekan setimnya usai bentrok dengan Marcel Sacramento (antara foto)

PADANG – Laga Semen Padang FC menjamu Pusamania Borneo FC (PBFC) di Stadion H. Agus Salim, Jumat (11/11) berlangsung keras bahkan menjurus kasar.

Wasit Adi Riyanto mengeluarkan enam kartu kuning dan satu kartu merah. Empat dihadiahkan kepada kubu tuan rumah dan dua untuk tim tamu. Sedangkan satu kartu merah diberikan kepada Diego Michiels di menit 62 akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Marcel Silva Sacramento.

Laga pun terhenti sekitar sembilan menit disebabkan pemain PBFC mogok bertanding, setelah wasit Adi Riyanto menghadiahi SPFC penalti pada menit 37 atas dijatuhkannya Nur Iskandar dalam kotak terlarang.

Setelah dilakukan pembicaraan laga pun dilanjutkan. Marcel Sacramento sukses mengesekusi sepakan 12 pas itu. Babak kedua pertandingan pun cukup lama dimulai akibat para pemain PBFC tidak mau keluar dari ruang ganti. Setelah dijemput para asisten wasit baru-lah anak asuh Dragan Djukanovic itu keluar.

Kubu PBFC melalui pelatih Dragan Djukanovic mengomentari soal permainan keras hal itu wajar dalam sepakbola. “Dalam sepakbola bermain keras wajar,” jawabnya saat ditanya wartawan usai laga

Meskipun demikian Dragan sangat menyesalkan aksi Diego yang melakukan pelanggaran kepada Marcel. “Ya, soal Diego saya akui dia terlalu emosi dan kasar. Kami akan evaluasi Diego,” tutur Dragan.

Dengan kemenangan itu maka Kabau Sirah sampai pekan 28 ini telah mengantongi 42 poin sekaligus mengkudeta Pesut Etam -julukan PBFC- yang menempati peringkat tujuh dengan 40 angka. (dede)