Pemberhentian Irman Gusman Timbulkan Pertanyaan

Irman Gusman (net)
Irman Gusman (net)

JAKARTA – Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menyayangkan langkah Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang memberhentikan Irman Gusman dari posisinya sebagai Ketua DPD, meskipun, Irman telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah teman-teman dari DPD yang tidak mencoba menjelaskan apa sih yang sesungguhnya terjadi, tapi lebih sibuk bagaimana mencari pengganti Irman Gusman secepatnya,” kata Adhie, Senin (10/10/2016).

Ketimbang sibuk mencari siapa pengganti Irman Gusman, jubir presiden era KH Abdurrahman Wahid ini pernah menyarankan agar para Senator ikut membantu Irman Gusman dalam mencari keadilan pada sidang Praperadilan Senin 18 Oktober 2016.

“Tempo hari saya menyarankan kepada DPD untuk membantu Irman Gusman dalam praperadilan. Ini juga bukan hanya pembelaan diri namun juga membersihkan nama KPK sendiri,” sambungnya.

Ia menilai, praperadilan yang dilakukan oleh Irman Gusman bukanlah untuk membela diri sendiri namun bertujuan untuk menyelamatkan nama baik lembaga DPD yang sempat tercoreng.

“Menurut saya mekanisme praperadilan ini penting, terutama bukan untuk kepentingan yang bersangkutan, tetapi melindungi institusi negara,” tambahnya.

Kata dia, pemberhentian Irman Gusman dari jabatannya sebagai ketua DPD dianggap terlalu terburu-buru. Ia pun menilai ada pihak lain yang ingin menjatuhkan Irman Gusman dari kursi ketua DPD.

“Saya melihat ini agak tergesa-gesa di DPD, sehingga menimbulkan pertanyaan kepada publik. Jangan-jangan Irman Gusman ini hanya sebagai target operasi kelompok tertentu untuk mengambil alih kursi kepemimpinannya,” tutupnya. (aci)

agregasi okezone1