Pembunuhan di Pasbar Sudah Direncanakan, Ini Peran 4 Tersangka

Para tersangka diapit Kapolres dan jajaran (nepran)
Para tersangka diapit Kapolres dan jajaran (nepran)

PASAMAN BARAT – Empat tersangka pembunuhan dan perampokan terhadap Endrizal (58) di Batang Saman, Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat berhasil ditangkap polisi.

Para tersangka masing-masing Icon (25), PH (20), RD (21), dan ACP (21). Sementara DI (23) masih buron.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Djoko Ananto, Selasa (4/10) mengatakan, pembunuhan dan perampokan itu sudah direncanakan para pelaku. Pada Kamis (15/9) sekitar pukul 21.10 diteras SDN 19 Rantau Panjang Kecamatan Gunung Tuleh, IC menyampaikan niat kepada teman-temannya dan disetujui oleh pelaku dan membagi peran masing-masing.

Tugas AC adalah sebagai pengalih perhatian korban Endrizal dengan mengajak ke tepian sungai di bawah jembatan Batang Saman dan melakukan kekerasan terhadap korban dengan tujuan melumpuhkan.

Sedangkan tersangka lain untuk melakukan pencurian terhadap sepeda motor dan barang-barang serta uang di warung milik korban

Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB para pelaku berangkat menuju lokasi di sekitar tepian sungai dan duduk-duduk dibatu baronjong, sambil menikmati minuman keras enunggu korban menutup warungnya.

Sekitar pukul 00.15 WIB dinihari para pelaku menuju warung Endrizal. Sesampai di lokasi Icon bersama tersangka lain memesan minuman merk Bir Bintang yang diminum semua pelaku, sambil menikmati makanan ringan milik korban.

Setengah jam kemudian Icon memerintahkan temannya untuk meninggalkan warung itu. Kemudian sekitar pukul 00.40 WIB, Icon mengatakan kepada Endrizal bawah temannya minta ditemani buang air besar.

Korban menyanggupinya dan berangkat bersama tersangka lainnya menuju tepian sungai bawah Jembatan Batang Saman dengan sepeda motor secara berboncengan.

Lalu Icon menghubungi rekannya RD melalui pesan singkat dan memerintahkan mengambil barang, sepeda motor, dan barang dagangan di warung.

Sesampai di tepian sungai, Icon memerintahkan AC untuk melumpuhkan Endrizal dengan mencekik leher korban dengan cara mengalungkan tangan kanannya dengan sekuat tenaga pada leher Endrizal.

Saat itu, korban berusaha melawan dan meronta berusaha melepaskan cekikan AC, sehingga keduanya terjatuh di atas bebatuan secara bersamaan. Saat itu Icon datang mencekik korban dengan kedua jarinya.
Alhasil korban lemas dan pingsan, kemudian Icon memukul punggung Endrizal dengan menggunakan tinju sebanyak dua kali. Sementara tersangka lain AC memeriksa celana korban dan mengambil uang isi dompetnya sekitar Rp355.000.

Yakin korbannya tak bernyawa, Icon memerintahkan rekannya mengambil barang-barang di warung korban dan memasukkan ke dalam karung. Setelah itu pelaku mengambil sepeda motor korban, dan para pelaku pulang ke Rantau Panjang Paraman Ampalu Kec Gunung Tuleh sekutar pukul 01.20 WIB.

Kemudian, kata Kapolres, sekitar pukul 11.00 WIB para pelaku berkumpul kembali di SD N 19 Rantau Panjang untuk memberikan kabar bahwa Endrizal telah ditemukan dalam keadaan meninggal.

Kemudian Icon dan RD melarikan diri ke Padang Sidempuan (Sumut) menggunakan sepeda motor korban. Sementara AC dab FH tetap berada di kampung hingga ditangkap. Sementara tersangka ED sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. (nepran)