Pembunuhan Sopir Angkot, Ini Kesaksian Rekan Korban yang Berada di TKP

Pengadilan Negeri Padang (rahmat zikri)
Pengadilan Negeri Padang (rahmat zikri)

PADANG – Iqbal Maulana dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan sopir angkot dengan terdakwa Ifandi Ade Putra (29) di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (2/11).

Iqbal Iqbal merupakan orang yang melihat langsung kejadian saat terdakwa menusuk korbannya, Rahmad Novian.

Dijelaskan, ia mengetahui kejadian saat Ade meminta uang kepada korban ketika berada di Pasar Raya.

”Saya pergi raun-raun (jalan-jalan) dengan angkot korban pada hari kejadian. Saat itu saya duduk di depan, di samping korban,” ujar Iqbal di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Hartati dengan anggotanya Leba Max Nandoko dan R Adi Muladi.

Saat berada di Pasar Raya, tiba-tiba terdakwa meminta uang kepada korban untuk beli minuman. Kemudian korban mengatakan hanya mimili uang Rp2 ribu karena baru saja memperbaiki ban angkotnya yang bocor.

“Uang Rp2 ribu itu diambil oleh terdakwa. Kemudian terdakwa melemparkan uang Rp20 ribu kepada korban,” sebutnya.

Selang sekitar satu jam setelah itu kata Iqbal, korban melihat Ade mengikutinya hingga ke arah Ganting. Saat itu terdakwa mengikuti korban dengan menggunakan sepeda motor dan berboncengan dengan temannya. Melihat kedatangan Ade, korban turun dari angkotnya dengan membawa kunci roda.

“Korban emosi sama terdakwa karena dia (korban) sudah letih manambang, ada juga orang yang minta uang,” tutur Iqbal yang mengaku juga turun dari angkot.

Iqbal mengungkapkan, korban sempat akan memukul terdakwa dengan kunci roda tersebut. Namun terdakwa bisa menangkisnya. Setelah itu terdakwa mengeluarkan sebuah pisau kecil dari kantong jaket.

“Terdakwa menusuk korban sebanyak tiga kali. Ke arah dada dua kali dan punggung satu kali. Pada tusukkan ketiga inilah, korban akhirnya rebah,” ujarnya.

Usai melakukan perbuatan kejinya terang Iqbal, terdakwa kabur dengan berboncengan di sepeda motor temannya. Iqbal kemudian membawa korban yang berlumuran darah ke RS Reksodiwiryo dengan cara mengendongnya. Saat digendong tersebut, mata korban masih terbuka tapi tidak bisa berbicara.

Nyawa korban kemudian tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit yang berlokasi di Ganting, Padang Timur itu. (yuki)