Pemprov dan DPRD Susun Ranperda Garam Yodium

Gedung DPRD Sumbar (net)

PADANG  – Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) bisa berdampak besar bagi kesehatan. Di Sumbar, masyarakat pengidap atau berpotensi mengalami GAKY masih cukup besar. Demi mengurangi potensi itu, DPRD dan Pemprov Sumbar saat ini sedang menyusun rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang penanggulangan GAKY.

Kekurangan yodium akan berakibat terasa dalam jangka yang lama, diantaranya gondok, keterbelangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas dan keguguran pada ibu hamil.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Ali Asmar mengatakan ada beberapa di Sumbar dengan jumlah masyarakat mengalami GAKY paling banyak. Yakni, Limapuluh Kota dan Solok Selatan.

“Data yang kita khawatirkan ini diperoleh dari hasil survei pemantauan gizi yang dilakukan Dinas Kesehatan Sumbar pada tahun 2016,” ujarnya, Senin (11/12/2017).

Secara keseluruhan dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, memang pengidap GAKY ditemukan. Sebagian besar pada ibu hamil. Mereka mengalami kekurangan yodium yang berada pada tingkat definisi berat. Jika hal tersebut tidak segera ditangani serius, maka akan berdampak buruk pada perkembangan janin.

Untuk itulah, kata dia, disusun ranperda tentang penanggulangan GAKY ini. Pada ranperda ini salah satunya mengatur tentang produksi, distribusi garam beryodium.

Dia menjelaskan masalah GAKY ini sudah menjadi gerakan internasional. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bersama UNICEF merekomendasikan Universat Salt Iodization (USI) sebagai strategi utama pada penanggulangan GAKY.

Dalam ranperda ini nanti juga akan memuat tentang kebijakan pelarangan distribusi garam tak beryodium. Begitu pula dengan pembinaan dan pengawasan peredaraannya di pasaran. Ada pula aturan tentang pembinaan terhadap petani garam, produsen, distributor dan pengecer.(titi)

Loading...
BAGIKAN