Penyakit Tak Menular Cenderung Meningkat di Padang, Ini Penyebabnya

111
Ilustrasi (net)

PADANG – Masakan khas Minang memang identik dengan jeroan dan bersantan. Sayangnya, kebiasaan makanan seperti itu yang melekat di masyarakat Kota Padang cenderung memicu penyakit tidak menular meningkat.

Tak sedikit masyarakat Kota Padang mengalami hipertensi akibat gaya hidupnya yang tidak sehat. Tidak hanya dipantau dari pola makannya, kurangnya aktivitas fisik juga memicu penyakit kronis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan, masyarakat di Padang pola makannya sangat sulit dikontrol. Apalagi umumnya makanan sehari-harinya berkaitan dengan daging atau jeroan yang dimasak santan pemicu kolesterol.

“Tahu ya orang Padang pola makannya hampir tidak sehat, maka penyakit tidak menular trennya meningkat,” ujar Feri, Rabu (27/12).

Selain hipertensi, penyakit kronis yang paling banyak dialami masyarakat Kota Padang yakni diabetes, stroke hingga penyakit jantung. Rata-rata dialami oleh masyarakat usia produktif yakni 19-45 tahun.

Tak cuma dari kebiasaan makan, penyebab lainnya yang memicu tingginya penyakit tidak menular yakni masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik yang rutin. Olahraga juga sudah mulai jarang dilakukan, sehingga memperbesar faktor risikonya.

“Sekarang mau pergi ke pasar saja ibu-ibu pilih naik motor. Padahal dulu rajin sekali jalan kaki atau naik sepeda,” ungkapnya menyadur dari okezone. (lek)