Perhatikan Hal Ini Sebelum Ajukan KPR

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

JAKARTA – Saat ini sudah banyak bank maupun property developer menawarkan program KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Namun masih saja ada yang enggan melakukannya. Kebanyakan karena tidak mau terlilit tagihan yang tak berkesudahan.

Pemasukan bulanan yang terbatas menjadi alasan utama menghindari KPR. Padahal, KPR adalah salah satu cara untuk mendapatkan kepemilikan atas rumah dengan tagihan yang ramah.

Sebenarnya Anda tak perlu ragu jika ingin mengambil KPR. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengajukan KPR.

Persiapkan Dokumen Lengkap

Ikuti petunjuk pengumpulan dokumen hingga lengkap. Jangan berupaya memanipulasi data karena hanya akan membuat track record Anda buruk.

Paling penting yang perlu Anda perhatikan adalah penyertaan rekening koran. Pastikan bahwa penghasilan Anda cukup untuk dapat mengangsur cicilan setelah dikurangi dengan pengeluaran.

Selain itu, Anda juga perlu bebas dari beragam jenis bentuk utang, mulai dari utang kartu kredit hingga utang bank. Jika Anda memiliki track record perbankan yang baik pengajuan KPR akan lebih mudah.

Pahami Kesanggupan Anda Membayar

Hanya Anda yang mengetahui dengan pasti kondisi finansial diri Anda. Mengajukan KPR berarti Anda telah memahami komitmen untuk melunasi.

Selain melunasi harga rumah, ada biaya-biaya lain yang harus Anda ketahui, seperti pembayaran uang muka (down payment).

Kebijakan Bank Indonesia saat ini menetapkan bahwa uang muka tidak dibiayai oleh bank dan harus diusahakan sendiri.

Adapun, besarannya sebanyak 30% dari biaya keseluruhan rumah.Ada pula pajak bumi bangunan, listrik, dan sebagainya. Pastikan Anda telah merencanakan keuangan untuk jangka panjang selama KPR berlangsung.

Strategi Pengajuan KPR

Jika Anda sudah siap dengan kedua hal di atas, Anda hanya perlu memutuskan bank tempat mengambil KPR.

Jangan terpaku pada satu bank saja.Selain meningkatkan peluang permohonan, Anda juga dapat membandingkan fasilitas KPR satu bank dengan bank yang lain.

Lebih bagus lagi jika Anda bisa mencari tahu keuntungan dari masing-masing bank. Terakhir, Anda juga perlu tahu kesanggupan Anda dalam mencicil.

Sebaiknya ambil tenor maksimal, agar cicilan lebih ringan. Hal tersebut untuk menjaga kestabilan finansial Anda. (aci)

agregasi okezone1