Prajurit Ditembak Mati BNN, Panglima TNI Ucapkan Terima Kasih

Gatot Nurmantyo (net)
Gatot Nurmantyo (net)

JAKARTA – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai menggerebek gudang penyimpanan narkoba di Kompleks Pergudangan Sentral Kosambi, Dadap, Tangerang, Banten.

Petugas menembak mati dua orang tersangka. Satu orang tersangka yang tewas diketahui merupakan prajurit TNI. “Jadi salah satu tersangka yang tertembak mati karena melakukan perlawanan, tadi ibu menteri sudah menyebutkan, (namanya) Praka ZA, dinasnya di Wing 1 Paskhas di Halim,” kata Danpom TNI Mayjen Dodik Wijanarko, saat konferensi pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (18/11)

Dodik mengatakan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebetulnya sudah memberikan tenggat waktu kepada anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba untuk melakukan pembenahan.

Mulai Juli 2016, lanjut Dodik, panglima sudah mewanti-wanti anggotanya. Lalu, pada Oktober pun sama. Bahkan ia mengatakan bahwa hukumannya akan diperberat bila ada ada anggota yang terlibat narkoba, maka pimpinannya harus ikut bertanggung jawab.

“Setelah Oktober ke sini bila terlibat (narkoba) proses hukumnya keras ditambah dengan pemecatan. Bila melakukan perlawanan, sikat, namun dengan tata cara dan ukuran sesuai ketentuan. Jadi kalau ada perlawanan ditembak bila perlu,” tegas dia.

Meski anggotanya tewas tertembak, menurut Dodik, Panglima TNI tetap memberi apresiasi kepada tim gabungan BNN dan Bea Cukai karena berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi itu.

“Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada tim gabungan karena komitmennya panglima kuat kepada narkoba ini. Ini pesan beliau,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada Selasa 15 November 2016, petugas BNN bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika dari Taiwan ke Indonesia melalui jalur laut dengan cara disembunyikan ke dalam kursi sofa.

Petugas kemudian membuntuti pelaku hingga barang tersebut masuk ke Indonesia, tepatnya ke Kompleks Pergudangan Sentral Kosambi Blok H5J, Dadap, Tangerang, Banten.

Dari hasil penyelidikan, petugas kemudian mengamankan tiga orang, masing-masing berinisal ZA (WNI) yang belakangan diketahui sebagai personel TNI, HCHL (WNA Taiwan), dan YJCH (WNA Taiwan).

Namun, dua di antara tiga orang itu, yakni ZA dan HCHL, terpaksa ditembak mati petugas lantaran melakukan perlawanan saat hendak diamankan. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas berupa 100.615gram sabu dan 300.250 butir H5.

Satu pelaku yang masih hidup dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (aci)

agregasi okezone1