Pertamina dan PKPU Padang Luncurkan Program Pertanian Terpadu

Operational Head PT. Pertamina Terminal BBM Teluk Kabung, menyerahkan plakat kepada Kepala Badan Ketahanan Kota Padang pada peluncuran program pertanian terpadu yang diselenggarakan PT. Pertamina bersama PKPU Padang. (*)
Operational Head PT. Pertamina Terminal BBM Teluk Kabung, menyerahkan plakat kepada Kepala Badan Ketahanan Kota Padang pada peluncuran program pertanian terpadu yang diselenggarakan PT. Pertamina bersama PKPU Padang. (*)

 

PADANG – PT. Pertamina Terminal BBM Teluk Kabung Padang berkerjasama dengan Lembaga Kemanusian Nasional PKPU Padang, meluncurkan program pertanian terpadu di kawasan Koto Kelurahan Teluk kabung Tengah kecamatan Teluk Kabung Padang.

Operational Head (OH) PT. Pertamina TBBM Teluk Kabung Padang Padang, Mukhlis Dalimunte, mengatakan melalui progam pertanian terpadu tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Program pertanian terpadu ini merupakan bagian dari program CRS kami. Semoga bermanfaat bagi masyarakat Teluk Kabung Tengah,” katanya pada Singgalang, Kamis (20/10) usai pembukaan program tersebut secara resmi, oleh Asisten Bidang Pemerintah Kota Padang, Herianto Rustam.

Selama ini PT. Pertamina Bungus Teluk Kabung Padang telah banyak menyalurkan bantuan melalui program CSR. Seperti menanam terumbu karang, mangrove hingga memberikan bantuan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu namun berprestasi.

Kepala Cabang PKPU Padang Hendra Nafsosianto, menjelasan program pertanian terpadu yang mereka lakukan bersama Depo Terminal BBM Pertamina Teluk Kabung Padang terdiri atas dua. Yakni program penguatan kapasitas kelompok tani. Program ini sudah berjalan sejak 2015.

Program kelompok tani yang mereka bina sudah berjalan dengan baik. Sebab PKPU bersama Dinas Pertanian Kota Padang sudah memberikan sarana pendukung.

“Dalam dua tahun berjalan program kelompok tani sudah menunjukkan peningkatan kapasitas. Seperti dalam pemasaran dengan membuat strategi yang baik,” jelasnya.

Di bidang pertanian produk unggul yang sudah berjalan adalah padi sawah. Produksinya cukup menjanjikan. Hasil sawah masyarakat setempat dipasarkan pada karyawan Depo TBBM Pertamina Bungus Teluk Kabung. Pemasaran itu langsung di handle pihak PKPU, sehingga kelompok tani tidak sulit dalam memasarkan produksi sawahnya.

“Untuk tahun ini kelompok tani yang kami bina, sudah bisa alih teknologi. Artinya mereka ke depan tidak lagi bertani secara tradisional dan konvensional,” kata Hendra.

Sistim bekerja dengan alih teknologi bertujuan agar petani di kawasan yang mereka bina, tidak perlu bekerja mengeluarkan tenaga. Namun sudah dibantu dan dimudahkan dengan teknologi. Seperti mesin menanam dan memanen padi.

Kemudian melalui program pertanian terpadu petani diharapkan beralih dari pupuk kimia ke organik.

Sementara untuk program ketahanan pangan keluarga, dengan membentuk kebun sehat. Masing-masing keluarga menanam tanaman kebutuhan mendasar. Hasilnya diharapkan mampu menopang keuangan keluarga.

“Untuk program ketahanan pangan kami membuat tempat pembibitan tanaman. Masyarakat yang ingin membuat kebun di rumahnya bisa mengakses tempat pembibitan. Saat ini kawasan ada di RW 02 Teluk Kabung Tengah, di dalamnya ada tiga RT,” sebutnya lebih jauh.

Masyarakat di masing-masing RT bisa mengakses bibit dan kebutuhan lain. Seperti pupuk kandang atau sarana pendukung untuk pengembangan kebun keluarga dimaksud.

Sementara, Staf Ahli Pemko Padang, Heriyanto Rustam mengapresiasi program pertanian terpadu yang dibuat Depo TBBM Pertamina Teluk Kabung dan PKPU. Sebab program diluncurkan sangat mendukung program Pemko Padang. Khususnya tentang Perwako yang mengharuskan perkarangan atau lahan kosong untuk ditanami tamanan bermanfaat bagi keluarga.

“Jika semua masyarakat menanam tamanan bermanfaat di perkarangan atau lahan kosong, tentu akan memberikan hasil pada masyarakat. Misalnya menanam sayur, cabai atau tanaman kebutuhan dapur, pastinya akan mengurangi pengeluaran rumah tangga. Uang yang ada bisa disimpan untuk keperluan lain,” pungkas Heriyanto. (yuke/dt nurli)